Bangun Ruang Diskusi Akademik, Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unmuh Jember Gelar Mini Conference on Local Governance
Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan (HIMATA) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar Mini Conference on Local Governance and Kolokium di Gedung B Lantai 3 Ruang 3.3, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 51 peserta ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam isu-isu tata kelola pemerintahan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian di hadapan akademisi dan praktisi.
Kegiatan yang terlaksana atas kolaborasi Program Studi Ilmu
Pemerintahan dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan tersebut menghadirkan
sejumlah narasumber, yakni Dr. Emi Kholifah, M.Si., Bina Rida Kusumaningtyas,
S.IP., M.IP., Dr. Iffan Gallant El Muhammady, S.Sos., M.Si., serta Dr. Itok
Wicaksono, M.Si.
Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil persiapan selama kurang lebih dua bulan oleh seluruh panitia. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menjadi ruang akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan para ahli dalam membahas berbagai persoalan pemerintahan daerah.
Dalam konferensi tersebut, peserta mendiskusikan empat tema
utama, yakni pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik, pembangunan desa, dan
kebijakan publik. Melalui tema-tema tersebut, mahasiswa didorong untuk mengkaji
berbagai persoalan pemerintahan secara kritis sekaligus menawarkan solusi yang
relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unmuh
Jember, Dr. Sudahri, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi inisiatif mahasiswa
menyelenggarakan forum ilmiah yang dinilainya semakin jarang ditemukan di
kalangan mahasiswa.
Menurutnya, mini conference bukan hanya menjadi sarana
berbagi ilmu, tetapi juga memberikan banyak manfaat, mulai dari peningkatan
kompetensi akademik mahasiswa hingga kontribusi nyata bagi masyarakat.
"Forum seperti ini sangat penting karena menjadi ruang
transformasi pengetahuan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu dan pengalaman
dari para narasumber, tetapi juga menghasilkan karya ilmiah yang dapat
dipublikasikan melalui prosiding sebagai bentuk rekognisi akademik,"
ungkapnya.
Lebih lanjut, Sudahri menilai tema-tema yang diangkat dalam
konferensi sangat relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di
tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa konsep pemberdayaan masyarakat yang
dibahas dalam forum tersebut sejalan dengan tugas perguruan tinggi dalam
mendorong masyarakat berkembang dari kondisi kurang berdaya menuju masyarakat
yang mandiri dan berdaya saing.
"Mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agent of
change. Melalui forum seperti ini diharapkan lahir gagasan-gagasan baru
yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran
perguruan tinggi dalam pembangunan daerah," katanya.
Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan ini juga merupakan
implementasi dari beberapa mata kuliah di Program Studi Ilmu Pemerintahan, di
antaranya Pemerintahan Desa dan Metode Penelitian Kuantitatif. Hasil presentasi
mahasiswa direncanakan akan dihimpun dalam prosiding ilmiah sebagai luaran
akademik sekaligus mendukung penyusunan tugas akhir mahasiswa.
Dekan FISIP berharap Mini Conference on Local Governance
dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, tidak hanya melibatkan
mahasiswa Ilmu Pemerintahan, tetapi juga membuka partisipasi dari program studi
lain di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada
penyelenggaraan pertama. Ke depan dapat diperluas menjadi forum akademik lintas
program studi sehingga semakin banyak ide, gagasan, dan solusi yang lahir untuk
menjawab berbagai persoalan di masyarakat," pungkasnya.

Posting Komentar