Selasa, 07 Juli 2026

PANKREAS 2026 Jadi Panggung Seni dan Sastra Mahasiswa PBSI Unmuh Jember

Lobi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember berubah menjadi ruang pertunjukan yang penuh semangat pada Sabtu (4/7/2026). Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABIN) sukses menggelar PANKREAS 2026 (Panggung Kreasi) sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan karya terbaik di bidang seni pertunjukan.

Suara musik, lantunan puisi, dialog drama, hingga gemuruh tepuk tangan penonton mewarnai jalannya acara. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2023, 2024, dan 2025 tampil bergantian menyuguhkan beragam pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan budaya, kemanusiaan, dan kreativitas.

Ketua Umum HIMABIN menjelaskan bahwa PANKREAS bukan sekadar agenda tahunan organisasi, melainkan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menunjukkan hasil kreativitas yang telah diasah selama proses perkuliahan.

"PANKREAS bukan hanya sekadar panggung, melainkan wadah bagi mahasiswa PBSI untuk menunjukkan bakat dan potensi dalam dirinya," ujarnya.

Rangkaian pertunjukan diawali dengan Tari Tanjung Gemilang yang memukau penonton melalui gerakan yang anggun dan penuh semangat. Penampilan pembuka tersebut menjadi simbol semangat mahasiswa dalam melestarikan seni budaya sekaligus membuka suasana pertunjukan dengan nuansa yang hangat.

Nuansa budaya kemudian semakin terasa melalui kolaborasi pembacaan puisi Dvipantara dengan tari Guardian of Nusantara. Perpaduan sastra dan seni tari menghadirkan harmoni yang memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mengajak penonton merefleksikan pentingnya menjaga identitas bangsa.

Atmosfer acara berubah lebih energik saat kelompok Dance DNA tampil dengan koreografi modern yang dinamis. Gerakan atraktif yang dipadukan dengan iringan musik penuh semangat berhasil membangkitkan antusiasme penonton yang memenuhi area lobi FKIP.

Tak hanya menampilkan hiburan, PANKREAS juga menghadirkan ruang refleksi melalui drama Denyut Nadi dalam Rumah. Penampilan para pemain yang penuh penghayatan membuat penonton larut dalam alur cerita yang mengangkat dinamika hubungan antarmanusia. Dialog yang kuat dan konflik yang dibangun secara emosional memberikan pengalaman teater yang berkesan.

Keindahan budaya Nusantara kembali dihadirkan melalui Tari Dayak. Gerakan khas, kostum etnik, serta iringan musik tradisional memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia yang tetap relevan dan mampu memikat generasi muda.

Sebagai penutup, drama Tanah Ingkar sukses mengakhiri rangkaian pertunjukan dengan kisah yang penuh makna. Penghayatan para pemain serta penyampaian pesan yang kuat membuat drama tersebut mendapatkan apresiasi meriah dari para penonton.

Seluruh penampilan mendapat sambutan hangat dari mahasiswa, dosen, dan tamu yang hadir. Tepuk tangan dan sorak apresiasi terus mengiringi setiap pertunjukan, menunjukkan bahwa karya-karya mahasiswa mampu membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi ruang saling menghargai kreativitas.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, PANKREAS 2026 menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bekerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kepemimpinan, serta menyampaikan gagasan melalui karya kreatif.

Melalui kegiatan ini, HIMABIN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang ekspresi yang mendorong lahirnya mahasiswa kreatif, inovatif, dan berkarakter. PANKREAS 2026 pun menjadi bukti bahwa ketika mahasiswa diberi ruang untuk berkarya, seni dan sastra mampu menjadi bahasa yang menyatukan, menginspirasi, dan memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.

 


Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect