Selasa, 11 Agustus 2026

AKURAT : Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ciptakan Aplikasi Pembukuan Tanpa Ribet

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi pembukuan bernama “Akurat” untuk membantu peternak ayam dalam melakukan pencatatan hasil panen telur. Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap sistem pembukuan peternak yang masih dilakukan secara manual.

Sebelum adanya aplikasi tersebut, pencatatan hasil panen telur dilakukan menggunakan buku tulis. Cara ini dinilai membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki risiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan maupun perhitungan data. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk mencari solusi yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh peternak.

Aplikasi Akurat dirancang sebagai alat bantu pencatatan saat proses panen telur. Melalui aplikasi tersebut, data hasil panen dapat dicatat secara lebih terstruktur sehingga peternak tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan menggunakan buku.

Developer aplikasi Akurat, Bhisrofil, mengatakan ide pengembangan aplikasi tersebut berawal dari survei lapangan yang dilakukan mahasiswa. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sistem pencatatan manual masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak.

“Aplikasi ini dibuat berdasarkan hasil survei lapangan. Kami melihat peternak masih melakukan pembukuan secara manual, sehingga kami mencoba membuat aplikasi yang bisa memudahkan proses pencatatan,” ujarnya.

Menurut Bhisrofil, proses pengembangan aplikasi tersebut dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Dalam perancangannya, mahasiswa berupaya membuat sistem yang sederhana agar dapat digunakan oleh peternak dengan berbagai tingkat pemahaman terhadap teknologi.

Aplikasi tersebut, ucap Bhisrofil, sangat efektif karena hasil panen yang tercatat di aplikasi tesebut otomatis dikoneversi menjadi dokumen dengan format pdf yang memudahkan pengguna untuk melihat data panen tiap harinya. Juga kuantitas yang terdapat pada aplikasi Akurat ini dapat disesuaikan dengan jumlah kandang dan jumlah ayam yang ada.

"Akurat ini simpel karena hasil pembukuan langsung terkonversi jadi file pdf, dan bisa disesuaikan jumlah kandang dan ayamnya" lanjutnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemilik peternakan, Pak Sudahnan. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran aplikasi Akurat, terutama karena aplikasi tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan hasil panen.

Selain dinilai praktis, aplikasi tersebut juga dianggap mudah digunakan oleh pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan aplikasi agar inovasi yang dihadirkan mahasiswa benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.

Pak Sudahnan berharap aplikasi “Akurat” tidak berhenti pada fungsi pencatatan hasil panen telur, tetapi dapat terus dikembangkan dengan fitur tambahan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Selain bisa meminimalisir kesalahan dalam pencatatan, penggunaannya juga mudah, termasuk bagi yang kurang memahami teknologi. Harapannya, aplikasi ini bisa terus dikembangkan sehingga nantinya dapat membantu pencatatan keuangan juga,” ungkapnya.

Kehadiran aplikasi Akurat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi sederhana yang dikembangkan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berdasarkan kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak selalu harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari solusi praktis terhadap persoalan yang ditemui secara langsung di lapangan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap aplikasi Akurat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih tertib, efisien, dan akurat.

Tags :

bm
Created by: SUKRON KASYIR

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect