Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Limbah Menjadi Karya, Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Anak Berkreasi Ramah Lingkungan

Limbah plastik dan bahan alam dapat memiliki nilai guna ketika diolah dengan kreativitas. Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan Pengelolaan Limbah Plastik dan Bahan Alam Menjadi Produk Kreatif Ramah Lingkungan di Luniza Bimbel Rambipuji, Jember, Minggu (27/9/2026).

Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari Projek Kepemimpinan 2026 Kelompok Bahasa Indonesia (B1) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal pemanfaatan limbah sekaligus mengembangkan kreativitas melalui permainan edukatif, demonstrasi, praktik langsung, dan refleksi.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.20 WIB. Setelah registrasi, pembukaan, doa bersama, dan sambutan Ketua Projek Kepemimpinan, Moh. Khozairi, peserta mengikuti ice breaking untuk membangun suasana belajar yang interaktif.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan bahan bekas menjadi produk kreatif. Dua kegiatan utama yang diperkenalkan adalah mengolah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci serta menerapkan teknik ecoprint pada totebag dan pouch.

Penyampaian materi dilengkapi demonstrasi dan kuis agar peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Setelah itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktikkan pembuatan karya dengan pendampingan tim pelaksana.

Selama sekitar 70 menit, setiap kelompok menentukan bahan dan desain, membagi tugas, serta bekerja sama menyelesaikan produk. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara langsung bahwa bahan yang kerap dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.

Ketertarikan peserta terlihat dari pilihan karya yang ingin mereka buat. Saat ditanya mengenai produk yang lebih disukai, salah seorang peserta memilih gantungan kunci karena bentuknya yang menarik.

“Karena bentuknya lucu-lucu,” jawabnya singkat.

Jawaban tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk dan tampilan produk dapat menjadi daya tarik bagi peserta untuk terlibat dalam kegiatan kreatif. Antusiasme juga terlihat selama praktik, ketika peserta menentukan susunan bahan, memilih desain, dan berkontribusi dalam penyelesaian karya kelompok.

Setelah praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi show and tell. Perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya sekaligus menceritakan proses pembuatannya kepada peserta lain. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih keberanian, berbagi pengalaman, dan mengapresiasi hasil karya bersama.

Salah seorang peserta menggambarkan kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang “seru dan menyenangkan”. Ia juga menyampaikan keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa apabila kembali diselenggarakan.

Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengisi exit ticket untuk merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh. Tim pelaksana juga menyerahkan dan memasang poster atau infografis panduan pemanfaatan limbah di lokasi kegiatan agar materi yang disampaikan dapat diingat kembali.

Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, seluruh 15 peserta mengikuti praktik, tiga kelompok berhasil bekerja sama dan mempresentasikan hasilnya, serta 15 produk kreatif berhasil dihasilkan. Capaian tersebut menjadi indikator keterlibatan peserta dalam rangkaian kegiatan edukasi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Projek Kepemimpinan 2026 Kelompok Bahasa Indonesia (B1) Unmuh Jember berupaya menghadirkan edukasi lingkungan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipraktikkan. Tidak hanya mengenalkan pemanfaatan limbah, kegiatan ini juga mendorong kreativitas, kerja sama, dan keberanian peserta dalam menghasilkan karya.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk melihat kembali bahan-bahan di sekitar dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Tags :

bm
Created by: News Unmuh Jember

Humas Unmuh Jember Jaya Jaya Jaya!

Posting Komentar

Connect