Mahasiswa KKN RPL Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Warga Belajar Membaca dan Menulis
Kepedulian terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat diwujudkan oleh mahasiswa KKN RPL Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melalui program Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pendampingan Literasi Masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Musolla Baiturahman pada Sabtu (31/10/2026), pukul 09.00–12.00 WIB, ini berfokus pada pendampingan membaca dan menulis bagi warga yang membutuhkan.
Program tersebut dilaksanakan oleh Nurhayati MH, mahasiswa PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, dengan menghadirkan Nurul Hikmah, S.Pd.I sebagai narasumber serta melibatkan Arman Wahyudi sebagai tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya mendukung peningkatan kemampuan literasi dasar secara bertahap dan berkelanjutan.
Kemampuan membaca dan menulis merupakan bekal penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterampilan tersebut, masyarakat dapat memahami informasi, berkomunikasi, mengakses berbagai layanan, serta menjalankan aktivitas secara lebih mandiri. Namun, masih ada warga yang membutuhkan pendampingan untuk mengenali huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, hingga menuliskan informasi dasar.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, kegiatan pendampingan dirancang dengan pendekatan yang ramah, sabar, dan menyesuaikan kemampuan awal setiap peserta. Suasana belajar yang nyaman menjadi perhatian agar peserta berani mencoba, tidak takut melakukan kesalahan, dan semakin percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf vokal dan konsonan, hubungan antara huruf dan bunyinya, penggabungan huruf menjadi suku kata, pembentukan kata sederhana, serta latihan membaca kalimat pendek. Peserta juga berlatih menulis huruf, nama, kata, dan kalimat sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, program ini turut mengenalkan literasi fungsional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Peserta diajak berlatih membaca angka, nama tempat, label, serta petunjuk sederhana. Dengan demikian, kemampuan literasi yang dipelajari diharapkan dapat digunakan untuk membantu peserta memahami informasi tertulis dalam aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penjelasan singkat tentang pentingnya literasi, demonstrasi pengenalan huruf dan bunyi, latihan menggunakan lembar kerja atau kartu huruf dan kata, serta praktik membaca dan menulis. Pendampingan diberikan secara individual maupun dalam kelompok kecil untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan peserta.
Setiap peserta memperoleh latihan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan awalnya. Pendekatan ini membuat proses belajar tidak berorientasi pada perbandingan antarpeserta, melainkan pada kesempatan untuk terus mencoba dan mengembangkan keterampilan. Umpan balik serta apresiasi juga diberikan untuk mendorong semangat belajar.
Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, dilanjutkan pengantar mengenai pentingnya literasi serta pengenalan kemampuan awal peserta. Setelah itu, peserta mengikuti sesi praktik membaca dan menulis, termasuk latihan menyusun kata dan kalimat sederhana serta memahami informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ditutup dengan evaluasi singkat dan pemberian saran untuk latihan lanjutan.
Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap keterlibatan peserta, kemampuan mengikuti latihan, dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Peserta diberi kesempatan menyelesaikan latihan sederhana sesuai kemampuannya, dengan pendampingan apabila diperlukan. Hasil evaluasi menjadi bahan untuk mengenali keterampilan yang telah dikuasai dan aspek yang masih perlu dilatih.
Keterlibatan narasumber dan tokoh masyarakat turut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dukungan lingkungan diharapkan dapat membantu menjaga motivasi peserta agar tetap berlatih setelah kegiatan berlangsung. Keluarga dan masyarakat sekitar juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang positif sehingga peserta tidak ragu menggunakan keterampilan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis literasi, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi belajar. Kesempatan belajar yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing diharapkan dapat membantu peserta membangun keberanian untuk terus berlatih tanpa merasa terbebani oleh perbedaan kemampuan.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman dalam menerapkan ilmu pendidikan, berinteraksi dengan masyarakat, serta memahami kebutuhan literasi di lingkungan sekitar. Sementara itu, bagi masyarakat, pendampingan ini diharapkan membuka kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa KKN RPL Mandiri PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan belajar yang berkelanjutan. Pendampingan lanjutan dapat direncanakan berdasarkan kebutuhan peserta dan hasil evaluasi, dengan dukungan keluarga, tokoh masyarakat, serta lingkungan sekitar.
Melalui program Pemberantasan Buta Aksara Melalui Pendampingan Literasi Masyarakat, mahasiswa berupaya menghadirkan pengabdian yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pendampingan yang sederhana, bertahap, dan sesuai kemampuan peserta diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk membaca, menulis, dan memahami informasi secara lebih mandiri.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar