Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif
Mengusung tema “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 15 wali murid. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitar.
Dalam workshop tersebut, para wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE dari bahan sederhana yang mudah ditemukan. Kreasi yang dihasilkan antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan manfaat APE serta pentingnya menghadirkan media permainan yang edukatif bagi anak usia dini. Selanjutnya, peserta diajak mencari dan mengumpulkan bahan-bahan bekas yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi alat permainan.
Memasuki sesi praktik, setiap wali murid diberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat permainan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan media belajar sederhana yang dapat digunakan bersama anak di rumah.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pendidikan anak usia dini sekaligus persoalan lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana bermain dan belajar. Dengan kreativitas, orang tua dapat menyediakan permainan edukatif tanpa harus selalu membeli produk permainan yang mahal.
Salah satu wali murid, Aina Indarika, yang membuat puzzle dari bahan bekas, menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih koordinasi dan konsentrasi.
“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.
Selain menghasilkan APE, workshop ini juga membuka ruang bagi orang tua untuk lebih terlibat dalam proses belajar anak. Pembuatan permainan secara mandiri dapat menjadi aktivitas bersama yang menyenangkan sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak. Di sisi lain, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Melalui program kerja ini, Mirza Nur Afilya berharap para wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diharapkan semakin kreatif dalam menghadirkan aktivitas bermain yang edukatif, mudah dibuat, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak usia dini dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan sumber daya sederhana di sekitar. Dari barang bekas, lahir kreasi yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga mengajarkan pentingnya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar