Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting Class, Ajak Orang Tua Bangun Kemandirian Anak dari Rumah
Melatih kemandirian anak tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti memakai sepatu sendiri, merapikan mainan, hingga makan tanpa disuapi dapat menjadi langkah awal membangun karakter mandiri sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan Parenting Class di Kelompok Bermain (KB) Lestari, Selasa (27/10/2026).
Mengangkat tema “Membangun Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Positif di Rumah”, kegiatan ini diikuti puluhan wali murid, pengurus KB Lestari, serta perangkat desa setempat. Program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya membangun kebiasaan mandiri di lingkungan keluarga.
Kegiatan menghadirkan Helin Sugianti, mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Helin mengangkat berbagai situasi yang kerap dihadapi orang tua dalam keseharian, mulai dari anak yang membutuhkan waktu lama saat memakai sepatu, enggan merapikan mainan, hingga kesulitan membiasakan diri makan secara mandiri.
Menurut Helin, kemandirian anak usia dini, khususnya pada rentang usia 2–6 tahun, bukanlah kemampuan yang muncul begitu saja. Kemandirian perlu dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dengan memberikan contoh dan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri.
Ia memperkenalkan pendekatan sederhana yang disebut “3T” sebagai panduan bagi orang tua dalam menumbuhkan kemandirian anak tanpa harus selalu mengandalkan perintah atau kemarahan.
Pertama, Teladan dan Tunjukkan, yakni orang tua perlu memberikan contoh secara langsung kepada anak. Anak tidak cukup hanya diminta melakukan sesuatu, tetapi perlu melihat bagaimana cara melakukannya. Kedua, Tega yang Tepat, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba menyelesaikan tugas sederhana sendiri, seperti memasang kancing baju atau memakai sepatu, tanpa buru-buru mengambil alih ketika anak mengalami kesulitan.
Ketiga, Tepuk Tangan atau Apresiasi, yaitu memberikan penghargaan terhadap usaha anak, termasuk ketika hasilnya belum sempurna. Pujian yang spesifik terhadap proses dan usaha anak dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus mendorongnya untuk terus mencoba.
Selain pendekatan 3T, Helin juga membagikan sejumlah cara menghadapi anak yang menolak melakukan sesuatu atau mengalami tantrum. Salah satunya dengan memberikan pilihan sederhana, misalnya menawarkan sepatu merah atau biru, daripada langsung memberikan perintah mutlak. Orang tua juga diajak mengubah aktivitas yang terasa berat menjadi permainan menyenangkan agar anak lebih tertarik untuk melakukannya.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai pengalaman pengasuhan sehari-hari. Para orang tua mendapat kesempatan untuk berbagi cerita sekaligus memahami bahwa proses membangun kemandirian membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan lingkungan keluarga.
Perwakilan pengurus KB Lestari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan para orang tua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal praktis bagi orang tua dalam mendampingi anak di rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan seluruh Bunda hebat yang sudah hadir. Acara hari ini kita buat santai untuk sharing bareng tentang cara membiasakan kemandirian anak di rumah. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa langsung diterapkan sehari-hari,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit. Kegiatan parenting dinilai menjadi salah satu bentuk edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu orang tua memahami cara mendidik dan melatih kemandirian anak.
“Dari pihak Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, kami sangat mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Acara ini sangat bagus untuk membimbing kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak, terutama melatih kemandirian mereka di rumah yang kadang memang bikin gemas atau ada ‘drama’ kecilnya. Semoga apa yang disampaikan pemateri bisa bermanfaat dan langsung diterapkan dalam mendidik buah hati,” ungkapnya.
Melalui Parenting Class ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap orang tua semakin memahami bahwa kemandirian anak tumbuh melalui proses, bukan tuntutan untuk bisa melakukan segala sesuatu secara instan. Memberikan ruang bagi anak untuk mencoba, menghargai setiap usaha, serta mendampingi dengan sabar menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keluarga dan penguatan pola asuh anak usia dini. Dengan pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di rumah, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mandiri.
Tags : Berita KKN Pengabdian


Posting Komentar