Jumat, 06 November 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Teknik Ecoprint kepada Anak-anak TK YKK 02 Bangkalan


Mengenalkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan. Hal inilah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan pengenalan batik dengan teknik ecoprint kepada anak-anak TK YKK 02, Desa Mlajah, Kabupaten Bangkalan.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan salah satu teknik pembuatan motif pada kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun dan bunga. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diajak mengenal alternatif berkarya yang memadukan unsur seni, pembelajaran, dan pemanfaatan sumber daya alam.

Dalam praktiknya, mahasiswa KKN memperkenalkan teknik pounding atau teknik pukul. Caranya, daun dan bunga diletakkan di atas permukaan kain, kemudian dipukul secara perlahan hingga bentuk dan warna alaminya berpindah ke kain dan membentuk motif.

Anak-anak diberi kesempatan memilih daun dan bunga sesuai keinginan, menyusun komposisi, hingga mencoba langsung proses pembuatan ecoprint dengan pendampingan mahasiswa dan guru. Antusiasme mereka terlihat ketika bentuk dan warna tumbuhan mulai tercetak pada permukaan kain.

Tidak hanya menjadi pengalaman mengenal seni membatik, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan motorik melalui aktivitas menyusun serta memukul bahan. Mereka sekaligus diajak mengenali berbagai jenis tumbuhan dan memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghasilkan karya.

Penggunaan bahan alami dalam kegiatan ini juga menjadi cara sederhana untuk menanamkan ketertarikan terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan berkarya, sehingga pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan, tetapi juga pengalaman langsung.

Melalui pengenalan teknik ecoprint di TK YKK 02 Desa Mlajah, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan pembelajaran yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berkesan sekaligus mendorong kreativitas anak dalam mengenal seni berbasis lingkungan.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Barang bekas yang sering dianggap tidak terpakai ternyata dapat disulap menjadi media bermain yang menarik dan edukatif bagi anak usia dini. Hal inilah yang diperkenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Mirza Nur Afilya, melalui kegiatan sosialisasi dan workshop kreatif bersama wali murid Kelompok Bermain (KB) Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 15 wali murid. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan bahan bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE) yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitar.

Dalam workshop tersebut, para wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE dari bahan sederhana yang mudah ditemukan. Kreasi yang dihasilkan antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai pengertian dan manfaat APE serta pentingnya menghadirkan media permainan yang edukatif bagi anak usia dini. Selanjutnya, peserta diajak mencari dan mengumpulkan bahan-bahan bekas yang tersedia di lingkungan sekitar untuk diolah menjadi alat permainan.

Memasuki sesi praktik, setiap wali murid diberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai ide dan imajinasi masing-masing. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya belajar membuat permainan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan media belajar sederhana yang dapat digunakan bersama anak di rumah.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap pendidikan anak usia dini sekaligus persoalan lingkungan. Barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali menjadi sarana bermain dan belajar. Dengan kreativitas, orang tua dapat menyediakan permainan edukatif tanpa harus selalu membeli produk permainan yang mahal.

Salah satu wali murid, Aina Indarika, yang membuat puzzle dari bahan bekas, menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak, terutama dalam melatih koordinasi dan konsentrasi.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Selain menghasilkan APE, workshop ini juga membuka ruang bagi orang tua untuk lebih terlibat dalam proses belajar anak. Pembuatan permainan secara mandiri dapat menjadi aktivitas bersama yang menyenangkan sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak. Di sisi lain, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Melalui program kerja ini, Mirza Nur Afilya berharap para wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diharapkan semakin kreatif dalam menghadirkan aktivitas bermain yang edukatif, mudah dibuat, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan terhadap pendidikan anak usia dini dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan sumber daya sederhana di sekitar. Dari barang bekas, lahir kreasi yang tidak hanya bernilai edukatif, tetapi juga mengajarkan pentingnya kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Parenting Class, Ajak Orang Tua Bangun Kemandirian Anak dari Rumah


Melatih kemandirian anak tidak selalu harus dimulai dari hal-hal besar. Kebiasaan sederhana seperti memakai sepatu sendiri, merapikan mainan, hingga makan tanpa disuapi dapat menjadi langkah awal membangun karakter mandiri sejak usia dini. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan Parenting Class di Kelompok Bermain (KB) Lestari, Selasa (27/10/2026).

Mengangkat tema “Membangun Kemandirian Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Positif di Rumah”, kegiatan ini diikuti puluhan wali murid, pengurus KB Lestari, serta perangkat desa setempat. Program tersebut dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya membangun kebiasaan mandiri di lingkungan keluarga.

Kegiatan menghadirkan Helin Sugianti, mahasiswi KKN Universitas Muhammadiyah Jember, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Helin mengangkat berbagai situasi yang kerap dihadapi orang tua dalam keseharian, mulai dari anak yang membutuhkan waktu lama saat memakai sepatu, enggan merapikan mainan, hingga kesulitan membiasakan diri makan secara mandiri.

Menurut Helin, kemandirian anak usia dini, khususnya pada rentang usia 2–6 tahun, bukanlah kemampuan yang muncul begitu saja. Kemandirian perlu dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, dengan memberikan contoh dan kesempatan kepada anak untuk mencoba sendiri.

Ia memperkenalkan pendekatan sederhana yang disebut “3T” sebagai panduan bagi orang tua dalam menumbuhkan kemandirian anak tanpa harus selalu mengandalkan perintah atau kemarahan.

Pertama, Teladan dan Tunjukkan, yakni orang tua perlu memberikan contoh secara langsung kepada anak. Anak tidak cukup hanya diminta melakukan sesuatu, tetapi perlu melihat bagaimana cara melakukannya. Kedua, Tega yang Tepat, yaitu memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba menyelesaikan tugas sederhana sendiri, seperti memasang kancing baju atau memakai sepatu, tanpa buru-buru mengambil alih ketika anak mengalami kesulitan.

Ketiga, Tepuk Tangan atau Apresiasi, yaitu memberikan penghargaan terhadap usaha anak, termasuk ketika hasilnya belum sempurna. Pujian yang spesifik terhadap proses dan usaha anak dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus mendorongnya untuk terus mencoba.

Selain pendekatan 3T, Helin juga membagikan sejumlah cara menghadapi anak yang menolak melakukan sesuatu atau mengalami tantrum. Salah satunya dengan memberikan pilihan sederhana, misalnya menawarkan sepatu merah atau biru, daripada langsung memberikan perintah mutlak. Orang tua juga diajak mengubah aktivitas yang terasa berat menjadi permainan menyenangkan agar anak lebih tertarik untuk melakukannya.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai pengalaman pengasuhan sehari-hari. Para orang tua mendapat kesempatan untuk berbagi cerita sekaligus memahami bahwa proses membangun kemandirian membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan dukungan lingkungan keluarga.

Perwakilan pengurus KB Lestari menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan para orang tua yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal praktis bagi orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dan seluruh Bunda hebat yang sudah hadir. Acara hari ini kita buat santai untuk sharing bareng tentang cara membiasakan kemandirian anak di rumah. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa langsung diterapkan sehari-hari,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit. Kegiatan parenting dinilai menjadi salah satu bentuk edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam membantu orang tua memahami cara mendidik dan melatih kemandirian anak.

“Dari pihak Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, kami sangat mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Acara ini sangat bagus untuk membimbing kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak, terutama melatih kemandirian mereka di rumah yang kadang memang bikin gemas atau ada ‘drama’ kecilnya. Semoga apa yang disampaikan pemateri bisa bermanfaat dan langsung diterapkan dalam mendidik buah hati,” ungkapnya.

Melalui Parenting Class ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap orang tua semakin memahami bahwa kemandirian anak tumbuh melalui proses, bukan tuntutan untuk bisa melakukan segala sesuatu secara instan. Memberikan ruang bagi anak untuk mencoba, menghargai setiap usaha, serta mendampingi dengan sabar menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan keluarga dan penguatan pola asuh anak usia dini. Dengan pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di rumah, anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mandiri.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Mirza Nur Afilya, menggelar sosialisasi dan workshop pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) dari barang bekas bersama 15 wali murid KB Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan bertajuk “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini” tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memanfaatkan barang bekas menjadi media permainan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan.

Dalam kegiatan tersebut, para wali murid diperkenalkan dengan konsep APE, mulai dari pengertian, manfaat, hingga perannya dalam mendukung proses belajar anak usia dini. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat berbagai permainan menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Beberapa APE yang dibuat peserta antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate. Para wali murid juga diberi kesempatan untuk mengembangkan ide dan kreativitas masing-masing dalam merancang permainan.

Proses pembuatan diawali dengan mengumpulkan bahan-bahan bekas yang tersedia di sekitar lingkungan. Bahan tersebut kemudian diolah menjadi media permainan yang menarik dan memiliki nilai edukatif. Melalui praktik langsung ini, peserta dapat memahami bahwa barang yang sebelumnya dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi sarana belajar anak.

Salah satu wali murid, Aina Indarika, yang membuat APE berupa puzzle, menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember terhadap pendidikan anak usia dini dan kelestarian lingkungan. Pembuatan APE dari barang bekas juga memberikan alternatif bagi orang tua untuk menyediakan permainan edukatif tanpa harus selalu membeli produk dengan harga mahal.

Melalui workshop ini, wali murid diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah dengan melibatkan anak dalam aktivitas bermain dan belajar. Selain mendukung perkembangan anak, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak pakai juga dapat membantu mengurangi sampah di lingkungan sekitar.

Program tersebut menegaskan bahwa kreativitas dan keterlibatan orang tua memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini. Dengan memanfaatkan bahan sederhana, keluarga dapat menghadirkan permainan edukatif sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Latih Wali Murid TK Dharma Wanita Rojopolo Membuat Bolu Pisang



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sulasmi, menggelar pelatihan pembuatan kue bolu berbahan dasar pisang bersama wali murid TK Dharma Wanita Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang diikuti 27 wali murid tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan Sulasmi di desa tempat tinggalnya, yakni Desa Rojopolo. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi camilan yang menarik dan bernilai ekonomis.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala TK Dharma Wanita Rojopolo, Indah, serta Ketua Komite TK Dharma Wanita Rojopolo. Kehadiran pihak sekolah dan komite menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan wali murid melalui kegiatan berbasis keterampilan.

Dalam pelaksanaannya, Sulasmi memberikan pendampingan secara langsung kepada peserta. Pelatihan dimulai dengan pengenalan bahan dan peralatan, persiapan bahan, pencampuran adonan, hingga proses pembuatan bolu pisang. Para wali murid juga terlibat langsung dalam setiap tahapan praktik.

Pisang dipilih sebagai bahan utama karena mudah diperoleh di lingkungan masyarakat dan dapat diolah menjadi beragam produk makanan. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memanfaatkan pisang yang biasanya dikonsumsi secara langsung menjadi camilan alternatif untuk keluarga, khususnya anak-anak.

Ketua Komite TK Dharma Wanita Rojopolo menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan tambahan pengetahuan bagi wali murid untuk membuat camilan bagi anak sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan kreasi olahan berbahan dasar pisang.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pembuatan bolu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai variasi makanan lainnya dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Sulasmi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam memberdayakan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Melalui pendampingan dan praktik langsung, ia berharap pengetahuan yang dibagikan dapat diterapkan oleh para wali murid dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan keterampilan pengolahan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa, pihak sekolah, komite, dan wali murid. Interaksi selama pelatihan menciptakan ruang belajar bersama sekaligus mendorong peserta untuk saling berbagi pengalaman.

Melalui pelatihan pembuatan bolu pisang ini, para wali murid diharapkan semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi bahan pangan lokal. Keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha rumahan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Dengan mengoptimalkan potensi lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung, program KKN diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Berpartisipasi dalam Revitalisasi TK Muslimat NU 097 Gandukepuh


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) turut berpartisipasi dalam kegiatan revitalisasi satuan pendidikan di TK Muslimat NU 097 Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, pada 2026.

Keterlibatan mahasiswa tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendukung upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman, aman, dan bersih sehingga dapat menunjang proses pembelajaran anak.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersama pihak sekolah dan masyarakat bergotong royong membantu berbagai pekerjaan revitalisasi. Kegiatan tersebut mencakup pekerjaan fisik, penataan lingkungan sekolah, serta dukungan terhadap kebutuhan lain selama proses pembenahan berlangsung.

Semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mahasiswa tidak hanya berkontribusi melalui tenaga, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya kerja sama dan kepedulian sosial dalam mendukung pembangunan di lingkungan masyarakat.

Partisipasi mahasiswa KKN Unmuh Jember mendapat apresiasi dari perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gandukepuh. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan revitalisasi menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran dan partisipasi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember. Kegiatan gotong royong seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Semoga kerja sama dan kebersamaan ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah, masyarakat, serta anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ungkap perwakilan BPD Gandukepuh.

Pihak TK Muslimat NU 097 Gandukepuh juga menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat semangat warga sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak.

Melalui kegiatan revitalisasi ini, mahasiswa KKN Unmuh Jember turut menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Selain membantu pembenahan fasilitas sekolah, kegiatan tersebut menjadi sarana menumbuhkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong.

Upaya membangun pendidikan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada ketersediaan ruang kelas dan fasilitas yang memadai, tetapi juga membutuhkan keterlibatan serta dukungan dari masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keberlangsungan layanan pendidikan anak usia dini di TK Muslimat NU 097 Gandukepuh.

Kamis, 05 November 2026

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Sosialisasikan Lingkungan Bersih dan Pencegahan Stunting di Surabaya


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nur Isti Qomah, menggelar sosialisasi mengenai lingkungan bersih dan pencegahan stunting di PPT Tunas Harapan, Surabaya, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan bertema “Satu Kolaborasi, Sejuta Harapan: PAUD–Posyandu–Keluarga Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Anak Sehat Bebas Stunting” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kesehatan anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai hubungan antara kebersihan lingkungan, pemenuhan gizi seimbang, dan pemantauan pertumbuhan anak dalam upaya pencegahan stunting. Materi yang disampaikan meliputi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeliharaan sanitasi lingkungan, pemberian makanan bergizi sesuai kebutuhan anak, serta pemanfaatan layanan Posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Salah satu poin utama yang ditekankan dalam sosialisasi ini adalah pentingnya kolaborasi antara lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, dan keluarga. PAUD berperan membentuk kebiasaan positif anak, Posyandu membantu memantau kondisi kesehatan dan pertumbuhan, sedangkan keluarga menjadi lingkungan utama dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Melalui sinergi ketiga unsur tersebut, upaya menjaga kesehatan anak dan mencegah risiko stunting diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Orang tua juga didorong untuk lebih memperhatikan asupan gizi, kebersihan diri dan lingkungan, serta rutin membawa anak ke Posyandu.

Salah satu wali murid menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini sangat baik karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Harapannya, setelah sosialisasi ini masyarakat tidak hanya memahami materi, tetapi juga menerapkannya melalui kegiatan kerja bakti dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Agus Prasetyo Utomo, M.Pd. Melalui program KKN RPL ini, Nur Isti Qomah turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya lingkungan yang sehat dan pencegahan stunting sejak dini.

Sosialisasi tersebut menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung tumbuh kembang anak. Semangat “Satu Kolaborasi, Sejuta Harapan” menegaskan bahwa mewujudkan lingkungan bersih dan anak sehat membutuhkan kepedulian serta kerja sama antara PAUD, Posyandu, keluarga, dan masyarakat.


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Retno Lailliza, menggelar sosialisasi tentang cara menghadapi anak tantrum tanpa membentak dan memukul di KB Cendana, Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 15 wali murid KB Cendana ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai perkembangan emosi anak usia dini serta membekali mereka dengan cara pengasuhan yang tepat ketika anak mengalami tantrum.

Dalam pemaparannya, Retno menjelaskan bahwa tantrum merupakan luapan emosi yang dapat ditunjukkan anak melalui perilaku menangis, berteriak, atau menolak sesuatu. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti rasa lelah, lapar, kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi, maupun kesulitan anak dalam mengungkapkan perasaan.

Orang tua diajak memahami bahwa tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Karena itu, respons orang tua ketika menghadapi kondisi tersebut perlu dilakukan dengan tenang dan tidak menggunakan kekerasan.

Retno menyampaikan beberapa langkah yang dapat diterapkan, di antaranya mengendalikan emosi diri, berbicara dengan suara lembut, memastikan anak berada dalam kondisi aman, serta memberikan waktu kepada anak untuk menenangkan diri. Setelah anak lebih tenang, orang tua dapat mengajak anak berkomunikasi dan membantunya mengenali serta mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.

Selain itu, sosialisasi juga membahas dampak negatif membentak dan memukul anak. Tindakan tersebut dapat menimbulkan rasa takut, membuat anak meniru perilaku agresif, serta mengganggu rasa aman dan kepercayaan anak terhadap orang tua. Oleh sebab itu, pendekatan yang sabar, tegas, dan penuh kasih sayang menjadi bagian penting dalam mendampingi perkembangan emosi anak.

Salah satu wali murid KB Cendana, Ida Ratnani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa tantrum merupakan bagian dari perkembangan emosi anak dan perlu dihadapi dengan kesabaran.

Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan tentang cara mendampingi anak dengan lebih tenang tanpa menggunakan bentakan maupun pukulan. Ia berharap ilmu tersebut dapat diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari di rumah.

Melalui kegiatan ini, 15 wali murid mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memahami perasaan dan kebutuhan anak, mengendalikan emosi diri, serta menerapkan pola pengasuhan positif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua membangun hubungan yang lebih harmonis dengan anak.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengasuhan anak usia dini. Dengan penerapan pola asuh yang positif, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember Optimalkan Posyandu Lansia melalui Edukasi Kesehatan di Lumajang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Fauziah Amin, melaksanakan program Optimalisasi Posyandu Lansia melalui Penyuluhan Kesehatan untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia di Posyandu Lansia Arbei, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unmuh Jember tersebut diikuti oleh 20 lansia dan didukung tujuh kader aktif. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan, serta deteksi dini penyakit tidak menular.

Dalam pelaksanaannya, Fauziah turut mendampingi petugas kesehatan dan kader posyandu dalam rangkaian pelayanan kepada peserta. Kegiatan meliputi registrasi, pemeriksaan tekanan darah, serta penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan penerapan pola hidup sehat.

Pendampingan dilakukan untuk membantu lansia mengikuti setiap tahapan pelayanan dengan nyaman. Melalui penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga tekanan darah dan menerapkan kebiasaan hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan di usia lanjut.

Berdasarkan hasil evaluasi yang tercantum dalam laporan kegiatan, pengetahuan lansia mengenai materi kesehatan meningkat dari 30 persen menjadi 90 persen. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan penyuluhan.

Program ini juga menjadi upaya untuk mengoptimalkan fungsi Posyandu Lansia Arbei, tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pendampingan bagi masyarakat lanjut usia.

Melalui kegiatan tersebut, Fauziah Amin berharap Posyandu Lansia Arbei dapat terus berperan dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Dukungan kader, petugas kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan pelayanan sehingga lansia di Desa Jatiroto dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan mandiri.

Fauziah Amin (NIM 2510274236)
Mahasiswa KKN Tematik Unmuh Jember

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Parenting di TK Al Machmudi Surabaya untuk Dukung Pencegahan Stunting

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Wiwik, menggelar edukasi parenting bertajuk “PAUD Sehat dan Ceria” bagi orang tua murid TK Al Machmudi, Surabaya, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemantauan tumbuh kembang anak, khususnya pada masa keemasan atau golden age.

Dalam kegiatan tersebut, Wiwik menyampaikan materi melalui modul edukasi interaktif yang memuat sejumlah panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi mencakup pemenuhan nutrisi, pembiasaan hidup bersih, penanganan anak yang sulit makan, hingga pemantauan kesehatan secara berkala.

Pada materi pemenuhan nutrisi, orang tua diperkenalkan dengan konsep “Isi Piringku” dan pentingnya memperhatikan variasi makanan harian anak. Materi tersebut juga membahas kebutuhan cairan serta pembatasan konsumsi makanan dan jajanan yang tinggi gula, garam, dan lemak.

Selain pemenuhan gizi, edukasi juga menekankan pembiasaan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua diajak membiasakan anak mencuci tangan menggunakan sabun dengan enam langkah selama minimal 20 detik, menjaga kebersihan kuku, menyikat gigi, mandi secara teratur, serta memperhatikan kebersihan dan sirkulasi udara di lingkungan rumah.

Materi berikutnya membahas cara menghadapi anak yang memiliki kebiasaan memilih-milih makanan atau picky eater. Orang tua diberikan sejumlah alternatif, seperti menyajikan bekal dengan bentuk dan tampilan menarik melalui kreasi bento serta mengolah sayuran menjadi bagian dari menu makanan anak. Orang tua juga diingatkan untuk membangun suasana makan yang positif dengan menghindari gangguan gawai maupun televisi dan membatasi waktu makan maksimal 30 menit.

Dalam aspek pemantauan tumbuh kembang, orang tua didorong untuk rutin mencatat berat badan dan tinggi badan anak melalui posyandu atau sekolah. Kelengkapan imunisasi dasar serta deteksi dini apabila ditemukan perubahan kondisi kesehatan anak juga menjadi bagian dari materi yang disampaikan.

Seluruh materi tersebut dirangkum dalam tiga pembiasaan utama yang dapat diterapkan orang tua di rumah, yakni menyediakan makanan bergizi seimbang setiap hari, menjadi teladan dalam menerapkan PHBS, serta memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, orang tua mendapatkan kesempatan untuk membahas berbagai hal terkait pola pengasuhan, pemenuhan kebutuhan gizi, dan kebiasaan sehat anak dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi parenting “PAUD Sehat dan Ceria”, Wiwik berharap terbangun komitmen bersama antara orang tua dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak. Pemahaman yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di rumah maupun di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.

Connect