Rabu, 06 Mei 2026

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Kerupuk Udang Bersama Warga Desa Kwanyar Barat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk udang bersama masyarakat Desa Kwanyar Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerupuk udang sebagai salah satu olahan hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut, khususnya udang, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Proses pembuatan dimulai dari tahap pembersihan udang segar yang kemudian dihaluskan. Setelah itu, udang dicampurkan dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, serta beberapa bumbu tambahan lainnya hingga membentuk adonan yang merata.

Adonan yang telah siap kemudian dibentuk memanjang menyerupai lontongan, lalu dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai dan adonan dingin, adonan dipotong tipis-tipis agar menghasilkan bentuk kerupuk yang sempurna saat digoreng.

Tahap selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering kemudian siap digoreng menggunakan pasir laut yang telah disterilkan atau dapat langsung dikemas untuk dipasarkan sebagai produk rumahan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

“Kerupuk udang ini memiliki peluang usaha yang cukup besar karena bahan bakunya mudah didapat di daerah pesisir. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan yang berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Warga Desa Kwanyar Barat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga melalui usaha kecil menengah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kerupuk udang dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Desa Kwanyar Barat sekaligus menjadi ciri khas kuliner Madura yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

 


Senin, 04 Mei 2026

Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI

 

Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.

Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.

Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.

Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.

Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.

Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.

“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.

Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting

 

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.

Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.

Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.

Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.

Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:

1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.

2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.

“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.

Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.

“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.

“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.

“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan HIV/AIDS: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sasar Gen Z

 


Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Merokok dan HIV/AIDS bagi Gen Z” di salah satu balai pertemuan warga dengan menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan.

Kegiatan ini ditujukan kepada kalangan remaja atau Generasi Z sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya merokok serta pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Di tengah perkembangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, edukasi kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN menilai bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan merokok dan perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat menjadi sangat penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa rokok sering kali menjadi pintu masuk bagi gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga dapat memicu ketergantungan serta membuka peluang terhadap perilaku adiktif lainnya.

Sementara itu, edukasi mengenai HIV/AIDS difokuskan pada pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Peserta diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat perlu membangun lingkungan yang suportif namun tetap waspada.

Kegiatan yang dihadiri oleh belasan remaja setempat ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif. Materi disampaikan menggunakan media visual seperti poster dan flipchart agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak berdialog secara aktif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menghindari pengaruh negatif lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan keresahan mereka secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sensitif namun sangat penting untuk dipahami.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjauhi rokok dan perilaku berisiko. Menariknya, para peserta dan penyelenggara melakukan pose tangan membentuk huruf “X” sebagai simbol gerakan “Say No to Smoking and Drugs”.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi semata. Para remaja yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap para remaja yang hadir hari ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka untuk berani mengatakan tidak pada rokok dan lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

 


Mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember Gelar KOBRA SEHAT untuk Kendalikan Tekanan Darah Masyarakat

 

Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan implementasi keperawatan komunitas melalui kegiatan bertajuk KOBRA SEHAT: Kreasi Olahan Buah dan Sayur Sehat untuk Kendalikan Tekanan Darah pada Senin (16/2/2026) pukul 07.30 WIB di Balai Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini menyasar kader kesehatan, masyarakat dewasa, serta kelompok lansia di Desa Rambigundam sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengatasi tingginya kasus hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa Profesi Ners berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan, pemilihan bahan pangan sehat, serta aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Hipertensi yang sering disebut sebagai silent killer menjadi perhatian utama karena dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Ketua Panitia, dosen pembimbing, dan Kepala Desa Rambigundam.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, khususnya dalam pengendalian tekanan darah melalui konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah demonstrasi produk olahan buah dan sayur sehat yang dilakukan oleh para kader kesehatan. Para peserta menampilkan berbagai kreasi menu sehat berbahan dasar pangan lokal seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, dan bahan alami lainnya yang kaya serat, vitamin, serta mineral.

Olahan tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam membantu mengontrol tekanan darah serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tenaga kesehatan wilayah serta dosen pembimbing dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.

Setelah sesi demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah kepada peserta dengan kreasi terbaik. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas kader kesehatan dalam mengolah makanan sehat yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Selain edukasi pangan sehat, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk skrining awal bagi kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara sederhana menjaga tekanan darah tetap stabil melalui perubahan pola makan sehari-hari.

Mereka juga merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang dapat menjadi langkah awal dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan KOBRA SEHAT ini, mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan sehingga dapat mencegah komplikasi akibat hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Seni Tari untuk Hubbul Qur’an dan Pentas Seni di KB Dian Sacharin

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pendampingan seni tari bagi peserta didik KB Dian Sacharin, Kecamatan Besuki, sebagai persiapan acara Hubbul Qur’an dan pentas seni yang berlangsung pada 3 Mei 2026.

Kegiatan ini telah dimulai sejak 20 Maret 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah jam pelajaran selesai. Pendampingan dilakukan dengan tujuan mengenalkan seni tari kepada anak sejak usia dini sekaligus melatih kemampuan motorik halus, koordinasi gerak, serta rasa percaya diri anak saat tampil di depan umum.

Seni tari menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini karena tidak hanya melatih gerakan tubuh, tetapi juga membantu perkembangan emosional, sosial, dan kreativitas anak. Melalui gerakan tari yang terarah, anak-anak belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik secara langsung saat latihan tari. Setiap sesi dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai agar tidak mengganggu proses pembelajaran utama di kelas. Anak-anak diajak berlatih secara bertahap mulai dari pengenalan gerakan dasar, penghafalan formasi, hingga penyelarasan gerakan dengan irama musik.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta didik terlihat senang mengikuti setiap gerakan yang diajarkan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan tidak merasa terbebani.

Selain sebagai persiapan pentas seni, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan banyak orang. Hal ini sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pendampingan ini karena memberikan pengalaman baru yang positif bagi peserta didik. Guru-guru juga turut mendukung proses latihan agar penampilan anak-anak dalam acara Hubbul Qur’an dan pentas seni dapat berjalan maksimal.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak, khususnya dalam mengenalkan seni sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini. Melalui seni tari, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga belajar percaya diri dan bekerja sama.

Pendampingan seni tari di KB Dian Sacharin ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

 

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Lathifatul Azizah (NIM 2510274151), melaksanakan program edukatif bertajuk “Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini” di KB Anak Sholeh Aisyiyah Besuki pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia dini melalui pembiasaan yang menyenangkan, terarah, dan melibatkan peran aktif orang tua. Program ini juga menghadirkan Ustadzah Ica sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran tahfidz dan pengenalan Al-Qur’an kepada anak-anak.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang konsisten dan menyenangkan.

KB Anak Sholeh Aisyiyah sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan ‘Aisyiyah memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mendukung perkembangan spiritual anak melalui metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga melibatkan wali murid agar dapat turut mendampingi proses belajar. Orang tua diajak hadir langsung untuk menyimak, menirukan bacaan, serta memahami cara membimbing anak agar kebiasaan mencintai Al-Qur’an dapat terus dilanjutkan di rumah.

Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan Al-Qur’an dan pembiasaan membaca, hafalan surat-surat pendek, pembacaan Iqra’, serta murojaah atau pengulangan hafalan bersama yang diikuti oleh anak dan orang tua secara bersamaan.

Ustadzah Ica memberikan bimbingan secara langsung dengan metode yang ramah anak dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Anak-anak terlihat antusias saat mengikuti hafalan doa harian, surat-surat pendek, serta saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Melalui proses belajar yang dilakukan secara bertahap dan berulang, anak-anak mulai mampu mengenal bentuk Al-Qur’an, melafalkan bacaan dengan benar, serta menunjukkan rasa senang saat belajar mengaji. Hal ini menjadi indikator penting dalam tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Selain itu, keterlibatan orang tua juga memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga turut aktif membantu anak mengulang hafalan dan membangun suasana religius di lingkungan keluarga.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang saleh, salehah, dan berkarakter Qurani. Sinergi antara sekolah, ustadzah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.

Kegiatan Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari wali murid. Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak secara islami.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pemberdayaan Perempuan melalui Sosialisasi Pembuatan Ikan Asin di Desa Batah Barat


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Uun Munawaroh (NIM 2510274012), melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan bersama masyarakat pesisir Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut nelayan menjadi olahan ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Batah Barat memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun, tidak jarang hasil laut tersebut memiliki harga jual rendah ketika dijual secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin sebagai salah satu solusi peningkatan ekonomi keluarga.

Pengolahan ikan asin dipilih karena selain menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir, produk ini juga memiliki daya tahan lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Dengan proses yang sederhana namun tepat, ikan asin dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Batah Barat, wali murid, serta murid TK PGRI 1 Batah Barat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari sosialisasi pemilihan jenis ikan yang tepat, proses pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga tahap pengemasan dan strategi penjualan ikan asin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengolahan hasil laut yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa melalui keterampilan sederhana ini, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun potensi desa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu, wali murid, murid TK, hingga kepala desa setempat. Kepala desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, kepala desa menyarankan agar program ini dapat dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan serta pemasaran ikan asin dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Connect