Belajar Cinta Lingkungan Lewat Ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Mengen Berkarya
Belajar mencintai lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui teori di dalam kelas. Mahasiswa KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan pengalaman belajar kreatif melalui kegiatan edukasi ecoprint bagi siswa SDN 1 Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026).
Puluhan siswa diajak memanfaatkan berbagai jenis daun di
lingkungan sekitar sebagai bahan alami untuk menciptakan motif pada totebag
putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa
sekaligus sarana mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.
Suasana belajar pun terasa berbeda. Para siswa tampak
antusias memilih dan menyusun berbagai bentuk daun di atas totebag. Mereka
bebas mengeksplorasi susunan daun untuk menghasilkan motif yang berbeda-beda
sebelum mencetaknya menjadi karya.
Secara sederhana, ecoprint merupakan teknik membuat motif dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, maupun bagian tumbuhan lainnya tanpa menggunakan pewarna kimia sintetis. Selain menghasilkan karya yang unik, teknik tersebut juga menjadi media pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Koordinator KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember,
Asep Tumpak Sundara, menjelaskan bahwa pemilihan ecoprint tidak terlepas dari
kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang memiliki beragam jenis tanaman.
“Kami memiliki program kerja untuk adik-adik SDN 1 Mengen
yaitu ecoprint, yang bertujuan memanfaatkan alam sekitar, seperti daun-daun
yang ada di lingkungan sini. Kami ingin melihat bagaimana adik-adik dapat
belajar dan berkarya melalui kegiatan ecoprint,” ujarnya.
Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu
memberikan pengenalan mengenai pengertian ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan,
jenis daun yang dapat digunakan, hingga tahapan pembuatannya.
Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan proses penyusunan daun di atas totebag putih. Dari tangan-tangan kecil tersebut, berbagai bentuk dan susunan daun kemudian menghasilkan motif alami yang berbeda pada setiap karya. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba beragam komposisi untuk menciptakan motif yang mereka sukai.
Lebih dari sekadar membuat kerajinan, kegiatan ini dirancang
untuk menghubungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa
diperkenalkan pada alternatif pembuatan karya seni menggunakan bahan alami
sekaligus diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang
berpotensi mencemari lingkungan.
Guru Kelas IIIA SDN 1 Mengen, Indra Manto, mengapresiasi
kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, ecoprint sejalan
dengan upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
“Saya sangat berterima kasih dan mendukung kegiatan ini
karena sangat selaras dengan program sekolah untuk mengurangi sampah atau
limbah plastik di lingkungan sekolah. Dengan adanya ecoprint, selain siswa
mengenal cara membuat batik, mereka juga mendapatkan edukasi tentang batik yang
ramah lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai
bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kegiatan
kreatif berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memiliki
kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kegiatan ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember
tidak hanya menghadirkan aktivitas kreatif bagi siswa, tetapi juga membawa
pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui hal-hal
sederhana.
Dari selembar totebag dan daun yang tumbuh di sekitar
sekolah, para siswa belajar bahwa alam bukan hanya sesuatu yang perlu dijaga,
tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Program ini
diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong
tumbuhnya kebiasaan mencintai lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Posting Komentar