KKN Kolaboratif Lojejer Edukasi Siswa MTSS Plus Nuris Lojejer tentang Bahaya Pernikahan Dini, Narkoba, dan Narkolema
Mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Lojejer yang berasal dari lima perguruan tinggi menggelar sosialisasi mengenai bahaya Narkolema (Narkoba Lewat Mata), pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkoba kepada siswa MTSS Plus Nuris Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember , Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala, Universitas Jember (UNEJ), STAI Al Falah, serta Institut Agama Islam (IAI) As-Sunniyah. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi remaja sekaligus membekali mereka dengan pengetahuan agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab.
Pertanyaan “Bagaimana remaja dapat melindungi diri dari pengaruh negatif di era digital?” menjadi pembuka kegiatan yang berlangsung secara interaktif. Dalam sesi tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan mengenai Narkolema, yaitu istilah yang digunakan untuk menggambarkan dampak negatif dari paparan konten digital yang tidak sesuai, khususnya pornografi.
Paparan konten tersebut dapat memengaruhi pola pikir, perilaku, serta perkembangan mental remaja. Karena itu, siswa diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media digital, mampu menyaring informasi, serta menghindari konten yang berpotensi memberikan dampak negatif.
Selain Narkolema, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai bahaya pernikahan dini. Siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat muncul ketika pernikahan dilakukan pada usia yang belum matang, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, kesiapan mental, maupun kondisi ekonomi.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa mendorong para siswa untuk memprioritaskan pendidikan dan mempersiapkan masa depan dengan lebih matang sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.
Materi selanjutnya membahas pencegahan penyalahgunaan narkoba. Mahasiswa KKN menjelaskan berbagai jenis narkoba, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta pentingnya memiliki keberanian untuk menolak ajakan mencoba zat terlarang.
Siswa juga diajak mengenali pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Menurut tim KKN, lingkungan pertemanan yang positif dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Kepala MTSS Plus Nuris Lojejer mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan mahasiswa KKN dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kolaboratif yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat sebagai bekal bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan di era digital, memahami pentingnya merencanakan masa depan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak siswa yang memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk menjaga diri serta membangun karakter yang positif.
Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN Kolaboratif Desa Lojejer dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan karakter generasi muda. Melalui kolaborasi lima perguruan tinggi, mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari pernikahan dini, serta menggunakan teknologi digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.



Posting Komentar