Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gandeng Dinas Pertanian, Sulap Kotoran Sapi Jadi Pupuk Kompos di Desa Sumber Kemuning
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso menggelar sosialisasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Karang Tengah, Desa Sumber Kemuning, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Sumber Kemuning, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Sosialisasi digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada warga mengenai pemanfaatan kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian.
Selain mengurangi limbah peternakan, pemanfaatan kotoran sapi menjadi kompos dinilai dapat memberikan nilai guna bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso memberikan pemaparan mengenai teknik pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Materi juga dilengkapi dengan praktik langsung di lapangan, mulai dari proses pengolahan, pemanfaatan kompos, hingga manfaatnya bagi tanaman dan kesuburan tanah.
Masyarakat turut diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait kendala yang dihadapi dalam pengolahan limbah peternakan.
Kepala Desa Sumber Kemuning, Roby, menyambut positif kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN Unmuh Jember tersebut. Menurutnya, kotoran sapi selama ini masih menjadi persoalan bagi sebagian warga karena belum mengetahui cara pengelolaan dan pemanfaatannya.
“Sosialisasi dari adik-adik KKN ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selama ini, kotoran sapi menjadi salah satu permasalahan bagi warga karena masih bingung bagaimana cara mengelolanya dan harus dibuang ke mana. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap warga dapat menerapkan ilmu yang telah diberikan serta memanfaatkan kotoran sapi yang ada di lingkungan sekitar menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat,” ujar Roby.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian menjelaskan bahwa kotoran sapi memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk kompos apabila dikelola dengan metode yang tepat.
“Kotoran sapi memiliki potensi untuk dijadikan pupuk kompos. Kalau dikelola dengan baik, limbah ini bisa memberikan manfaat bagi pertanian dan lingkungan, khususnya bagi kesuburan tanah,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Karang Tengah memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong warga untuk mulai mengubah limbah peternakan menjadi sumber pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.
KKN Unmuh Jember berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, pengolahan kotoran sapi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi limbah peternakan sekaligus mengoptimalkan potensi lokal dalam mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Posting Komentar