Perkuat Pengasuhan Positif, Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid di Bojonegoro
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Winarti, menggelar sosialisasi bertema “Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Orang Tua dalam Membangun Interaksi Pengasuhan yang Positif” di TK Dharma Bakti I, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/10/2026).
Kegiatan yang menyasar wali murid tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya mengelola emosi, membangun komunikasi yang positif, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak usia dini. Kegiatan ini turut diikuti tenaga pendidik serta kepala lembaga pendidikan anak usia dini di lingkungan setempat.
Kepala TK Dharma Bakti I, Lilik, S.Pd., hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut. Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali dan mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku anak, mendengarkan perasaan anak, memberikan apresiasi, serta menerapkan disiplin positif tanpa kekerasan.
Para peserta juga diajak memahami bahwa anak usia dini masih berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional. Oleh karena itu, anak membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan kesabaran dari orang dewasa, terutama orang tua sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
Sosialisasi dilengkapi dengan pembahasan contoh kasus pengasuhan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para wali murid diajak berlatih menggunakan kalimat positif ketika menasihati anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan, serta menyelesaikan konflik melalui komunikasi yang tenang dan penuh pengertian.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekolah menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya mengelola emosi dan membangun komunikasi yang positif dengan anak. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung, baik di sekolah maupun di rumah, agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, mampu berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki kemampuan sosial emosional yang baik,” ungkap perwakilan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, para wali murid diharapkan dapat menerapkan pengasuhan positif dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut dapat dimulai dari kebiasaan berbicara dengan lembut, menghargai pendapat anak, memberikan pujian atas perilaku baik, serta menghindari bentakan dan hukuman fisik.
Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan meningkatnya pemahaman orang tua mengenai kompetensi sosial emosional, diharapkan terbangun interaksi pengasuhan yang lebih hangat, responsif, dan positif sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan dirinya.


Posting Komentar