Anak PAUD Harus Cepat Bisa Membaca? Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Orang Tua Pahami Tahap Perkembangan Anak
Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pendidikan anak usia dini. Anak juga membutuhkan kesempatan untuk bermain, bereksplorasi, berinteraksi, serta mengembangkan keterampilan sosial dan kemandirian sesuai tahap perkembangannya.
Pemahaman tersebut menjadi materi utama dalam kegiatan edukasi bertema “Pentingnya Pembelajaran Sesuai Tahap Perkembangan Anak Usia Dini” yang dilaksanakan Ana Wasilatul Mahmudah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), di KB Harapan Bunda, Desa Gading Sari, Kecamatan Binakal, Kabupaten Bondowoso, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri dan diikuti oleh wali murid KB Harapan Bunda. Dalam pelaksanaannya, Ana bertugas sebagai pelaksana kegiatan sekaligus pembawa acara (MC), sedangkan materi disampaikan oleh Sri Sulastri, S.Pd., selaku Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kecamatan Binakal.
Dalam pemaparannya, Sri Sulastri menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, seperti membaca, menulis, berhitung, dan menghafal. Anak perlu mendapatkan ruang untuk bermain, mencoba hal baru, berinteraksi dengan teman sebaya, serta belajar melalui aktivitas yang menyenangkan.
Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan dan tahapan perkembangan yang berbeda. Karena itu, orang tua dan pendidik perlu memberikan stimulasi sesuai usia dan kesiapan anak, bukan memaksakan penguasaan kemampuan tertentu sebelum waktunya.
Pembahasan ini menjadi penting karena masih terdapat anggapan di kalangan orang tua bahwa anak yang telah memasuki lembaga pendidikan harus segera mampu membaca, menulis, dan berhitung. Padahal, proses pendidikan anak usia dini juga mencakup perkembangan bahasa, sosial-emosional, motorik, kemandirian, serta pembentukan karakter.
Kepala KB Harapan Bunda, Syamsiyah, menyambut baik pelaksanaan edukasi tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kondisi yang masih dijumpai di lingkungan sekolah, yakni adanya orang tua yang menuntut anak segera mampu membaca serta menginginkan anak lulus meskipun usianya belum sesuai.
Melalui kegiatan ini, wali murid diajak memahami bahwa keberhasilan pendidikan anak usia dini perlu dilihat secara menyeluruh. Kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, mengelola diri, dan melakukan aktivitas sehari-hari juga merupakan bagian penting dari perkembangan anak.
Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara orang tua dan guru dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua diharapkan lebih sabar dalam memberikan stimulasi serta menciptakan pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan, baik di rumah maupun di sekolah.
Melalui program KKN Mandiri ini, Ana Wasilatul Mahmudah berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman tentang pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan tahapan perkembangannya.


Posting Komentar