Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Retno Lailliza, menggelar sosialisasi tentang cara menghadapi anak tantrum tanpa membentak dan memukul di KB Cendana, Desa Sidorejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 15 wali murid KB Cendana ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai perkembangan emosi anak usia dini serta membekali mereka dengan cara pengasuhan yang tepat ketika anak mengalami tantrum.
Dalam pemaparannya, Retno menjelaskan bahwa tantrum merupakan luapan emosi yang dapat ditunjukkan anak melalui perilaku menangis, berteriak, atau menolak sesuatu. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti rasa lelah, lapar, kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi, maupun kesulitan anak dalam mengungkapkan perasaan.
Orang tua diajak memahami bahwa tantrum merupakan bagian dari proses perkembangan emosi anak. Karena itu, respons orang tua ketika menghadapi kondisi tersebut perlu dilakukan dengan tenang dan tidak menggunakan kekerasan.
Retno menyampaikan beberapa langkah yang dapat diterapkan, di antaranya mengendalikan emosi diri, berbicara dengan suara lembut, memastikan anak berada dalam kondisi aman, serta memberikan waktu kepada anak untuk menenangkan diri. Setelah anak lebih tenang, orang tua dapat mengajak anak berkomunikasi dan membantunya mengenali serta mengungkapkan perasaan melalui kata-kata.
Selain itu, sosialisasi juga membahas dampak negatif membentak dan memukul anak. Tindakan tersebut dapat menimbulkan rasa takut, membuat anak meniru perilaku agresif, serta mengganggu rasa aman dan kepercayaan anak terhadap orang tua. Oleh sebab itu, pendekatan yang sabar, tegas, dan penuh kasih sayang menjadi bagian penting dalam mendampingi perkembangan emosi anak.
Salah satu wali murid KB Cendana, Ida Ratnani, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru bahwa tantrum merupakan bagian dari perkembangan emosi anak dan perlu dihadapi dengan kesabaran.
Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan tentang cara mendampingi anak dengan lebih tenang tanpa menggunakan bentakan maupun pukulan. Ia berharap ilmu tersebut dapat diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari di rumah.
Melalui kegiatan ini, 15 wali murid mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memahami perasaan dan kebutuhan anak, mengendalikan emosi diri, serta menerapkan pola pengasuhan positif. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu orang tua membangun hubungan yang lebih harmonis dengan anak.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengasuhan anak usia dini. Dengan penerapan pola asuh yang positif, diharapkan tercipta lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Posting Komentar