Rabu, 28 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Edukasi Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim tentang Parenting Islami


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Nindy Luqy Afifah, menggelar edukasi parenting bertema “Mendidik Anak Sesuai Zamannya” bersama Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim di Dusun Gebang, Desa Gedangmas, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari luaran tugas individu KKN yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya menerapkan pola pengasuhan yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Dalam penyampaian materi, Nindy Luqy Afifah menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan sosial menuntut orang tua untuk menyesuaikan pola pengasuhan dengan kebutuhan anak masa kini. Orang tua tidak hanya berperan memberikan nasihat, tetapi juga perlu menjadi teladan, membangun komunikasi yang baik, serta mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.

Selain itu, materi parenting menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama, membiasakan anak beribadah, mengajarkan sopan santun, serta membentuk karakter melalui kasih sayang dan keteladanan. Pendampingan orang tua diperlukan agar anak mampu mengenal dan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif dengan tetap berpegang pada ajaran Islam.

Mendidik anak sesuai zamannya bukan berarti membebaskan anak mengikuti seluruh perkembangan teknologi tanpa batasan. Sebaliknya, orang tua perlu memberikan arahan, menetapkan batasan yang sesuai, serta membangun komunikasi terbuka agar anak dapat memahami manfaat dan risiko dari penggunaan teknologi.

Melalui kegiatan bersama Jam’iyyah Muslimat Nurus Salim ini, para ibu diharapkan semakin memahami perannya sebagai pendidik utama dalam keluarga. Penerapan pola pengasuhan yang bijaksana, komunikatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak menjadi salah satu upaya untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, diharapkan keluarga semakin mampu membimbing anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bijak memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pelatihan Fardu Kifayah melalui Program KHIDMATUL UMMAH di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Siti Rokhayah, menggelar pelatihan fardu kifayah dengan fokus pada tata cara memandikan jenazah melalui program “KHIDMATUL UMMAH: Pelatihan Keterampilan Fardu Kifayah di Masyarakat”. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/10/2026) di salah satu rumah warga RT 02, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, dan diikuti 40 peserta dari kalangan ibu-ibu Muslimat.

Pelatihan ini menghadirkan Ustaz Arbain Nawawi sebagai pemateri. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memahami tata cara memandikan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Arbain Nawawi menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam proses memandikan jenazah. Materi meliputi persiapan sebelum pelaksanaan, perlengkapan yang diperlukan, hingga tahapan memandikan jenazah sesuai ketentuan syariat Islam.

Penyampaian materi melalui penjelasan dan praktik diharapkan membantu peserta memahami proses pengurusan jenazah secara lebih terarah. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengurusan jenazah merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam. Salah satunya adalah memandikan jenazah, yang termasuk dalam rangkaian kewajiban fardu kifayah. Pemahaman mengenai tata cara pelaksanaannya diperlukan agar masyarakat dapat berperan dalam membantu pengurusan jenazah ketika dibutuhkan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh bekal pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Keterampilan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan keagamaan secara bersama-sama.

Program KHIDMATUL UMMAH menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan pengetahuan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Siti Rokhayah berharap pembelajaran fardu kifayah dapat terus dikembangkan di Desa Kaliboto Lor sehingga semakin banyak warga yang memahami pentingnya pengurusan jenazah sesuai tuntunan Islam.

Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid melalui Program Isi Piringku


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Silma Auliya, menggelar workshop edukasi gizi dan pencegahan stunting di PAUD KB Melati 02, Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan bertema “Cegah Stunting Sejak Dini: GERMAS dan Pedoman Isi Piringku bagi Keluarga dan Anak Usia Dini” ini bertujuan meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya gizi seimbang dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kegiatan tersebut melibatkan pihak PAUD dan kader Posyandu Desa Alun-Alun sebagai upaya memperkuat edukasi gizi di lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta penerapan pedoman Isi Piringku dalam menu sehari-hari. Edukasi tersebut juga menekankan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal karena bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dapat menjadi bagian dari menu sehat keluarga.

Pelaksana KKN RPL Unmuh Jember, Silma Auliya, menyampaikan bahwa pemahaman orang tua mengenai komposisi makanan menjadi salah satu hal penting dalam mendukung kebutuhan gizi anak.

“Banyak orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, namun belum semua memahami cara menyusun makanan yang tepat. Melalui workshop ini, kami ingin memberikan pemahaman yang sederhana namun bermanfaat bahwa makanan bergizi tidak harus mahal, yang penting komposisinya seimbang,” ungkap Silma.

Ketua Posyandu Desa Alun-Alun, Hanik Armiati, hadir sebagai narasumber untuk menjelaskan penerapan Isi Piringku dan pemanfaatan bahan pangan lokal. Ia mengajak orang tua membiasakan penyajian sayur dan buah dalam menu keluarga dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

“Sayur dan buah tidak selalu mahal. Di lingkungan kita ada bayam, kangkung, pisang, dan pepaya yang mudah didapat. Yang penting adalah kebiasaan menyajikannya di meja makan setiap hari,” tutur Hanik.

Untuk mengevaluasi pemahaman peserta, mahasiswa menerapkan pre-test dan post-test. Berdasarkan laporan hasil evaluasi kegiatan, terdapat peningkatan pemahaman materi gizi sebesar 85 persen dari total peserta wali murid. Selain menerima materi, peserta juga berlatih menyusun lembar rencana menu sehat selama tujuh hari untuk anak usia dini.

Salah satu wali murid, Riska, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya variasi makanan dalam menu anak. Ia menyadari bahwa pemenuhan kebutuhan makan anak perlu memperhatikan keseimbangan gizi, bukan sekadar membuat anak merasa kenyang.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan lembar komitmen bersama untuk mendukung pencegahan stunting. Komitmen tersebut mencakup kesediaan wali murid untuk memantau tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu dan menerapkan prinsip Isi Piringku dalam penyediaan makanan di rumah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi serta kerja sama antara keluarga, lembaga PAUD, dan kader Posyandu diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan stunting dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Ajak Wali Murid KB Sinar Pola Sulap Barang Bekas Menjadi APE Kreatif


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid KB Sinar Pola, Desa Pagowan, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, mengolah barang bekas menjadi Alat Permainan Edukatif (APE). Kegiatan bertajuk “Kreasi APE dari Barang Bekas: Workshop Kreatif Wali Murid untuk Anak Usia Dini” ini dilaksanakan pada Selasa (20/10/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam membuat media bermain edukatif dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Selain mendukung pembelajaran anak usia dini, kegiatan ini juga menjadi upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas.

Dalam workshop tersebut, wali murid diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan beberapa jenis APE. Hasil kreasi yang dibuat antara lain puzzle dari daun kering dan kardus, permainan coding angka, serta permainan pengelompokan warna menggunakan styrofoam dan tusuk sate.

Melalui praktik langsung, para wali murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan media bermain bagi anak. Bahan-bahan yang mudah ditemukan dan biasanya dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi permainan yang menarik sekaligus memiliki nilai edukatif.

Salah satu wali murid yang membuat puzzle menyampaikan bahwa permainan tersebut memiliki manfaat bagi perkembangan anak.

“Saya membuat puzzle karena puzzle dapat melatih koordinasi antara tangan dan mata, meningkatkan fokus, serta menumbuhkan kesabaran anak,” ujarnya.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman bahwa mendukung proses belajar anak tidak selalu harus menggunakan permainan yang mahal. Dengan kreativitas dan pendampingan orang tua, bahan yang tersedia di sekitar dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan dan mendukung proses belajar anak.

Selain menghadirkan alternatif media pembelajaran, pembuatan APE dari barang bekas mendorong keluarga untuk membiasakan pemanfaatan kembali bahan yang masih layak pakai. Dengan demikian, kegiatan bermain dan belajar dapat berjalan beriringan dengan pengenalan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berharap wali murid KB Sinar Pola dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan orang tua dalam menyediakan dan mendampingi penggunaan permainan edukatif diharapkan dapat mendukung perkembangan anak sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Akhadah Handayani, menggelar edukasi dan sosialisasi bertema “Manajemen Konflik pada Anak Usia Dini” bagi wali murid KBIT Ar Rahmah, Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendampingan anak dalam menghadapi konflik sejak usia dini. Kemampuan mengenali emosi, mengendalikan diri, dan menyelesaikan perselisihan merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional anak.

Pada masa usia dini, konflik dalam interaksi sehari-hari merupakan hal yang wajar terjadi. Perselisihan dapat muncul ketika anak berebut mainan, memiliki keinginan yang berbeda, atau mengalami kesalahpahaman saat bermain dengan teman sebaya. Karena itu, orang tua perlu memahami cara mendampingi anak agar dapat menghadapi situasi tersebut dengan tepat.

Dalam sosialisasi ini, Akhadah Handayani membahas berbagai hal terkait penerapan manajemen konflik pada anak usia dini. Materi yang disampaikan antara lain alasan anak usia 3–4 tahun terkadang memukul, tindakan yang tepat ketika anak menunjukkan perilaku tersebut, serta cara menyikapi anak yang masih mengulangi perilaku memukul meskipun telah dinasihati.

Melalui pembahasan tersebut, orang tua diajak untuk memahami perilaku anak sekaligus memberikan pendampingan yang sesuai. Sikap tenang, kesabaran, komunikasi positif, dan keteladanan orang tua menjadi hal penting dalam membantu anak belajar mengenali emosi serta mengembangkan cara menyelesaikan masalah tanpa menyakiti orang lain.

Kegiatan berlangsung secara interaktif. Setelah pemaparan materi, wali murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan melalui lembar pertanyaan yang telah dibagikan. Sejumlah peserta menuliskan pertanyaan, sementara peserta lainnya menyampaikan tanggapan dan komentar mengenai materi yang dibahas.

Partisipasi tersebut menunjukkan adanya ruang diskusi bagi orang tua untuk memahami berbagai situasi yang mungkin dihadapi ketika mendampingi anak di rumah. Melalui diskusi, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara merespons konflik dan perilaku anak secara positif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember berharap orang tua dapat menerapkan pola pengasuhan yang mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Pendampingan yang konsisten di rumah diharapkan membantu anak belajar mengelola emosi, memahami perasaan orang lain, serta menyelesaikan konflik secara lebih sehat sejak usia dini.

Mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember Ajak Wali Murid Daur Ulang Botol Bekas Menjadi Vas Bunga


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Mandiri Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) mengajak wali murid TK Al-Hasaniyah berkreasi memanfaatkan botol plastik bekas menjadi vas bunga yang dihiasi bunga dari kertas origami. Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 di TK Al-Hasaniyah, Dusun Krajan 1, Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas wali murid sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas. Botol plastik yang berpotensi menjadi sampah diolah menjadi kerajinan sederhana yang memiliki nilai guna dan nilai estetika.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui praktik langsung. Mahasiswa KKN bersama para wali murid mengolah botol plastik bekas menjadi vas bunga, kemudian menghiasnya menggunakan bunga yang dibuat dari kertas origami. Melalui proses tersebut, peserta memperoleh pengalaman dalam mengembangkan ide kreatif dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Selain menghasilkan kerajinan yang dapat dimanfaatkan sebagai hiasan rumah maupun sekolah, kegiatan ini juga memperkenalkan langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Pemanfaatan barang bekas menjadi produk kreatif diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan dan mengelola barang yang sudah tidak terpakai.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak sejak usia dini. Kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat diperkenalkan melalui aktivitas kreatif bersama keluarga.

Melalui kegiatan edukasi daur ulang ini, mahasiswa KKN RPL Mandiri Unmuh Jember berharap kreativitas dan kesadaran lingkungan para wali murid semakin berkembang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong praktik pemanfaatan barang bekas yang bermanfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi Wali Murid tentang Peran Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak di Bondowoso


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertema “Peran Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak” di KB Al-Utsmani, Dusun Beddian, Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman wali murid mengenai pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini.

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat melalui penugasan KKN Unmuh Jember. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi kepada wali murid mengenai bentuk pendampingan dan stimulasi yang sesuai dengan usia serta kebutuhan anak.

Materi yang disampaikan mencakup lima aspek perkembangan anak usia dini, yaitu fisik dan motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta nilai agama dan moral. Orang tua diajak memahami bahwa setiap aspek tersebut perlu didukung melalui pola pengasuhan yang sesuai, pemberian kasih sayang, perhatian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, orang tua didorong untuk memberikan kesempatan kepada anak belajar melalui aktivitas bermain dan kegiatan sederhana secara mandiri. Pendampingan yang tepat dapat membantu anak mengeksplorasi lingkungan, mengembangkan keterampilan, serta belajar sesuai dengan tahap perkembangannya.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak. Orang tua diharapkan dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan anak, mendampingi aktivitas bermain dan belajar, serta memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak. Lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh perhatian menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang mendukung proses belajar anak.

Melalui kegiatan ini, wali murid KB Al-Utsmani diharapkan semakin memahami bahwa dukungan terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tetapi juga perlu diterapkan secara konsisten di lingkungan keluarga. Kerja sama antara guru dan orang tua diperlukan agar pendampingan dan stimulasi yang diterima anak di sekolah dapat berlanjut di rumah.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh melalui sosialisasi ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang tua mampu memberikan pendampingan yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Kenalkan Bahasa Inggris Dasar melalui Program SPEAK UP! di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) melaksanakan program edukasi bahasa Inggris bertajuk “SPEAK UP! Start Small. Speak with Confidence.” di SMA Muhammadiyah 1 Rambipuji, Jember, pada 12 dan 23 Oktober 2026. Kegiatan ini menyasar siswa kelas X, XI, dan XII dengan fokus pada pengenalan bahasa Inggris dasar serta latihan berbicara untuk membangun kepercayaan diri.

Pada 12 Oktober 2026, kegiatan diawali dengan pertemuan bersama kepala sekolah untuk menyerahkan surat izin pelaksanaan KKN. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pembelajaran bahasa Inggris selama kurang lebih 15 menit di ruang kelas dengan menggunakan materi presentasi SPEAK UP!.

Materi dimulai dengan pengenalan alfabet bahasa Inggris dari huruf A hingga Z. Mahasiswa kemudian memperkenalkan contoh kalimat sederhana untuk perkenalan diri, seperti “My name is ...” dan “My hobby is ...”. Untuk membantu siswa memahami materi, salah satu siswa diminta mempraktikkan perkenalan diri menggunakan contoh yang telah disampaikan.

Kegiatan berlanjut pada 23 Oktober 2026 dengan pembahasan materi bahasa Inggris dasar yang berfokus pada pengenalan alfabet dan latihan perkenalan diri. Pada pertemuan ini, mahasiswa juga memberikan pre-test berupa lima soal pilihan ganda yang dikerjakan siswa selama lima menit untuk mengetahui pemahaman awal mereka terhadap materi.

Berdasarkan hasil pengerjaan, siswa dapat menjawab soal dengan cukup baik, meskipun masih ditemukan beberapa kesalahan. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan sekaligus menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pembelajaran selanjutnya.

Melalui program SPEAK UP!, mahasiswa KKN Unmuh Jember berupaya menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang sederhana, bertahap, dan melibatkan praktik secara langsung. Pengenalan alfabet dan latihan perkenalan diri diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk memahami bahasa Inggris sekaligus membangun keberanian dalam menggunakannya.

Program ini juga menekankan bahwa kemampuan berbicara dapat dilatih mulai dari hal-hal sederhana. Dengan latihan yang berkelanjutan, siswa diharapkan semakin percaya diri untuk menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Latih Karyawan K-Radio Jember Tingkatkan Keterampilan Public Speaking


Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Septian Hadi Pratama Sasmita, menggelar pelatihan public speaking bertajuk “Mastering the Art of Public Speaking” bagi karyawan K-Radio Jember, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi profesional, khususnya dalam berbicara di depan umum, menyampaikan gagasan secara terstruktur, dan membangun kepercayaan diri.

Dalam pelatihan tersebut, Septian menyampaikan materi mengenai teknik dasar public speaking, mulai dari persiapan sebelum berbicara, penyusunan gagasan, penyampaian materi, hingga teknik membuka dan menutup presentasi. Peserta juga mempelajari cara mengelola rasa gugup serta memanfaatkan alat bantu visual untuk mendukung penyampaian pesan.

Pada tahap persiapan, peserta diajak memahami pentingnya mengenali konteks acara, karakteristik audiens, serta kesiapan tempat dan perangkat pendukung. Persiapan yang matang membantu pembicara menyesuaikan isi materi dan gaya komunikasi dengan kebutuhan pendengar.

Pelatihan juga membahas teknik menyusun presentasi secara efektif. Peserta diarahkan untuk membatasi pembahasan pada tiga hingga empat gagasan utama, menggunakan bahasa yang komunikatif, serta menyertakan contoh konkret agar informasi lebih mudah dipahami. Penggunaan kalimat transisi antartopik turut ditekankan untuk menjaga alur pembicaraan agar tetap runtut.

Selain penyusunan materi, peserta mempelajari strategi membuka dan menutup presentasi. Pembukaan dapat dilakukan melalui cerita singkat, fakta menarik, atau pertanyaan yang relevan untuk membangun perhatian audiens. Sementara itu, penutupan dapat diperkuat dengan ajakan bertindak, menghubungkan kembali pembahasan dengan cerita pembuka, atau menyampaikan kutipan inspiratif yang sesuai dengan topik.

Untuk memperkuat pemahaman, pelatihan dilengkapi aktivitas interaktif bertajuk “Speak Without Fear”. Dalam kegiatan ini, peserta ditantang berbicara selama dua menit mengenai topik yang diberikan secara acak. Latihan tersebut dirancang untuk melatih spontanitas, keberanian berbicara, serta kemampuan menyusun dan menyampaikan gagasan secara langsung.

Aspek pengelolaan rasa gugup juga menjadi perhatian dalam pelatihan. Peserta diperkenalkan pada teknik pernapasan, visualisasi positif, dan penggunaan catatan singkat sebagai panduan berbicara. Penguasaan materi serta latihan secara berkelanjutan juga ditekankan sebagai bagian penting dalam membangun kesiapan dan ketenangan saat tampil di depan audiens.

Dalam penggunaan alat bantu visual, peserta diingatkan agar menjadikan presentasi sebagai pendukung penjelasan, bukan pengganti komunikasi langsung dengan audiens. Dengan demikian, pembicara tetap dapat membangun interaksi dan menjaga keterlibatan pendengar selama penyampaian materi.

Melalui pelatihan ini, karyawan K-Radio Jember diharapkan mampu menerapkan teknik public speaking dalam menunjang komunikasi profesional, penyampaian informasi, serta interaksi dengan beragam audiens. Kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan melalui persiapan yang matang, latihan rutin, dan evaluasi terhadap efektivitas penyampaian pesan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Unmuh Jember dalam mendukung pengembangan keterampilan komunikasi di lingkungan profesional. Perpaduan materi dan praktik langsung diharapkan membantu karyawan K-Radio Jember menyampaikan gagasan secara lebih jelas, terstruktur, dan percaya diri.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Edukasi Bijak Gadget untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Yuliana Setyowaty Soewojo, menggelar edukasi bertajuk “Bijak Gadget” di TK Karunia Kebraon, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini diikuti 19 wali murid dan menghadirkan praktisi anak berkebutuhan khusus, Veronika Ria PN, S.Psi., M.Pd., CE, sebagai narasumber.

Kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB tersebut berakhir pada pukul 10.50 WIB karena tingginya antusiasme peserta. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya mendampingi penggunaan gawai serta mengelola durasi waktu layar (screen time) agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak usia dini.

Kegiatan diawali dengan pengisian angket bertajuk “Apa yang Menjadi Tantanganku dalam Mendampingi Anak Saat Ini?”. Melalui angket tersebut, para wali murid menyampaikan berbagai tantangan pengasuhan yang mereka hadapi, mulai dari membantu anak mengendalikan emosi, menghadapi perilaku tantrum, hingga mendampingi anak agar lebih fokus dan mampu berkonsentrasi saat belajar.

Hasil angket menjadi dasar pembahasan materi agar sesuai dengan kebutuhan peserta. Selanjutnya, Yuliana bersama narasumber mengajak para wali murid mengenali tahapan perkembangan anak usia 4–6 tahun melalui daftar periksa (checklist) yang mencakup empat aspek, yaitu bahasa, kognitif, fisik motorik, serta sosial emosional.

Melalui kegiatan tersebut, orang tua diajak memahami bahwa setiap aspek perkembangan anak perlu mendapat stimulasi yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Penggunaan gawai yang tidak terkelola dengan baik dapat mengurangi kesempatan anak untuk bermain aktif, berkomunikasi secara langsung, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Usia 0–6 tahun itu masa golden age, Ibu-Ibu. Perkembangan anak sedang sangat optimal. Jangan sampai perkembangan anak dari keempat sisi ini ada yang terlewati,” ujar Yuliana saat menjelaskan materi.

Untuk membantu orang tua menerapkan materi di rumah, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian daftar periksa mingguan yang berisi aktivitas orang tua bersama anak. Aktivitas tersebut meliputi bangun dan berolahraga pagi bersama, sarapan dengan menu sehat, mencukupi kebutuhan air putih, membatasi konsumsi gula, meluangkan waktu bersama anak, bersedekah, beribadah bersama, serta mendampingi anak ketika menggunakan gawai.

Daftar aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu keluarga membangun rutinitas yang lebih sehat sekaligus menyediakan kegiatan alternatif agar anak tidak bergantung pada gawai sebagai sarana hiburan utama.

Selain itu, Yuliana memperkenalkan permainan puzzle berbentuk hewan yang dimainkan dengan menyusun potongan kotak berwarna hingga membentuk gambar sesuai contoh. Permainan ini dapat digunakan untuk menstimulasi beberapa aspek perkembangan anak. Kemampuan kognitif dilatih melalui pengenalan warna, pola, dan jumlah kotak. Kemampuan motorik halus dikembangkan melalui kegiatan menggunting dan menempel, sedangkan kemampuan bahasa dan sosial emosional diasah melalui komunikasi, kerja sama, dan interaksi antara anak dan orang tua selama bermain.

Antusiasme wali murid juga terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta berkesempatan menyampaikan pengalaman serta berkonsultasi mengenai tantangan mendampingi anak di rumah.

Salah satu wali murid, Fikha, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pemahaman baru mengenai pendampingan anak dalam menggunakan gawai.

“Saya senang ada kegiatan edukasi ini. Jadi lebih paham bagaimana menghadapi anak supaya tidak kebanyakan main HP terus,” ungkap Fikha.

Pada sesi penutup, narasumber mengajak seluruh peserta melakukan gerakan afirmasi melalui teknik Emotional Freedom Techniques (EFT) sebagai upaya membangun motivasi diri. Para peserta diajak mengucapkan afirmasi, “Saya siap memulai kegiatan hari ini.”

Melalui edukasi “Bijak Gadget”, Yuliana berharap para wali murid semakin memahami pentingnya pengawasan, pendampingan, dan pembatasan waktu layar sesuai kebutuhan anak. Kegiatan ini juga mendorong orang tua membangun kesepakatan penggunaan gawai bersama anak serta menyediakan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan mendukung perkembangan bahasa, kognitif, fisik motorik, dan sosial emosional.

Edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan pemahaman keluarga mengenai pengasuhan anak di era digital. Kolaborasi antara orang tua dan lembaga pendidikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Perbaiki Fasilitas Wudhu, Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Siswa TK AL-AMIN tentang Bersuci Sesuai Sunah


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Muallifah, melaksanakan program kerja bertajuk “Wudhu Sempurna, Ibadah Paripurna” di TK AL-AMIN, Tebul, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini berfokus pada perbaikan fasilitas tempat wudhu serta edukasi tata cara berwudhu yang benar sesuai sunah Rasulullah SAW.

Program tersebut melibatkan siswa kelompok B beserta para wali murid. Kegiatan ini menjadi upaya menanamkan pemahaman tentang pentingnya bersuci sejak usia dini sekaligus menyediakan fasilitas wudhu yang lebih bersih, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.

Muallifah menjelaskan bahwa pembiasaan berwudhu dengan benar perlu dilakukan sejak dini agar anak mengenal tata cara bersuci sebagai bagian penting dalam pelaksanaan ibadah salat. Perbaikan fasilitas juga diharapkan dapat mendukung kegiatan praktik ibadah di lingkungan sekolah.

“Wudhu merupakan syarat sah utama dalam mendirikan salat. Melalui perbaikan fasilitas ini, kami berharap para siswa lebih termotivasi untuk bersuci dengan benar. Kami juga mengundang wali murid agar proses pendampingan tata cara wudhu yang sesuai sunah ini dapat diteruskan secara konsisten di lingkungan keluarga,” jelas Muallifah.


Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui praktik langsung. Para siswa kelompok B dibimbing untuk mempraktikkan urutan berwudhu secara tertib. Dengan pendampingan tersebut, anak-anak diharapkan lebih mudah mengenali dan membiasakan tahapan berwudhu dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyasar siswa, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada para wali murid mengenai rukun dan sunah wudhu. Pembekalan tersebut diharapkan membantu orang tua mendampingi anak saat berlatih di rumah serta membangun kebiasaan bersuci yang benar dan konsisten.

Kepala TK AL-AMIN, Izzatul Ukrimah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung fasilitas dan pendidikan keagamaan di sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Mbak Muallifah dari Universitas Muhammadiyah Jember. Perbaikan fasilitas tempat wudhu serta edukasi berbasis sunah ini sangat berharga bagi sekolah kami. Ini adalah fondasi penting untuk membentuk karakter Islami anak-anak didik kami sejak dini,” tutur Izzatul Ukrimah.

Melalui program “Wudhu Sempurna, Ibadah Paripurna”, Muallifah berharap perbaikan fasilitas dan edukasi praktik wudhu dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah, siswa, dan keluarga. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan mahasiswa diharapkan turut mendukung pembentukan karakter Islami serta pembiasaan ibadah pada anak sejak usia dini.

Perkuat Pengasuhan Positif, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Edukasi 40 Wali Murid di Jombang

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sri Handayani, menggelar edukasi mengenai regulasi emosi dan pengasuhan positif bagi orang tua di TK Bidayatul Mukmin, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang terdiri atas wali murid, kepala sekolah, dan dewan guru.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya mengelola emosi dan menerapkan pola pengasuhan positif dalam mendampingi tumbuh kembang anak usia dini. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi keluarga sekaligus memperkuat kolaborasi antara orang tua dan satuan pendidikan.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan emosi, strategi mengelola emosi orang tua, komunikasi positif dengan anak, pemberian apresiasi terhadap perilaku baik, serta penerapan disiplin tanpa kekerasan verbal maupun fisik. Pemahaman tersebut diharapkan membantu orang tua membangun interaksi yang lebih responsif, suportif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.

Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan berbagi pengalaman bersama narasumber Ust. Titik Handayani, S.Pd., M.Pd. Melalui pendekatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk membahas berbagai tantangan dalam pengasuhan serta memahami strategi yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Salah satu fokus pembahasan adalah pentingnya regulasi emosi dalam mendampingi anak usia dini. Pada tahap perkembangan ini, anak masih belajar mengenali, mengekspresikan, dan mengelola perasaannya. Karena itu, orang tua perlu memberikan pendampingan secara sabar, konsisten, dan penuh kasih sayang.

Respons orang tua terhadap perilaku anak turut memengaruhi terbentuknya rasa aman dan kualitas interaksi dalam keluarga. Ketika anak menghadapi emosi yang kuat, orang tua dapat membantu dengan mendengarkan perasaan anak, memberikan penjelasan sederhana, serta membimbingnya menemukan cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi tanpa menyakiti diri sendiri maupun orang lain.


Selain membahas pengasuhan di rumah, kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam mewujudkan lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. Keselarasan pendekatan pengasuhan di rumah dan pendidikan di sekolah diharapkan membantu anak membangun kebiasaan positif, mengembangkan karakter, serta memperoleh dukungan perkembangan yang sesuai kebutuhannya.

Melalui kegiatan yang melibatkan 40 peserta ini, Sri Handayani berharap orang tua dan pendidik semakin memahami pentingnya regulasi emosi serta penerapan pengasuhan positif. Edukasi tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan kualitas pengasuhan dan penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini.

Keberlanjutan penerapan pengasuhan positif membutuhkan komitmen bersama antara orang tua, guru, dan lembaga pendidikan. Dengan membangun komunikasi yang efektif, memberikan keteladanan, serta menghargai kebutuhan dan perasaan anak, lingkungan keluarga dan sekolah diharapkan dapat menjadi ruang yang mendukung perkembangan emosional, sosial, dan pembentukan karakter anak sejak dini.

Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Ajak Orang Tua Terapkan Pola Asuh Positif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi Pembelajaran Lampau (KKN RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar sosialisasi parenting bertema *“Orang Tua Hebat, Anak Bahagia, Cerdas, dan Ceria”* di KB Intan Lestari, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 25 wali murid yang antusias mengikuti edukasi mengenai pentingnya pola asuh positif dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN RPL PG-PAUD berupaya meningkatkan pemahaman orang tua tentang pendampingan anak yang penuh kasih sayang, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Dalam pemaparannya, Reni Setyowati, mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember, menjelaskan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak. Peran orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri anak melalui interaksi serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu benar, tetapi orang tua yang mau mendengarkan, memperbaiki diri, dan mendampingi,” ungkap Reni saat menyampaikan materi.

Materi sosialisasi mencakup penerapan pola asuh positif tanpa kekerasan, penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman, serta stimulasi kecerdasan anak melalui permainan dan aktivitas sehari-hari. Orang tua juga didorong memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi secara aman agar kemampuan dan potensinya berkembang secara optimal.

Selain itu, peserta diingatkan untuk menghindari kebiasaan membanding-bandingkan anak dengan anak lain, memberikan label negatif, maupun membiarkan anak menggunakan gawai tanpa batasan yang jelas. Pendampingan yang konsisten dan komunikasi yang baik dinilai penting untuk membantu anak tumbuh dengan rasa aman serta kepercayaan diri.

Suasana interaktif terlihat dalam sesi tanya jawab. Para wali murid menyampaikan berbagai persoalan pengasuhan yang mereka hadapi, mulai dari mendampingi anak yang tinggal bersama nenek, menghadapi anak yang mengalami *tantrum*, hingga menyikapi perilaku memukul ketika anak bermain dengan teman yang lebih dewasa.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para orang tua untuk berbagi pengalaman dan memperluas pemahaman mengenai cara mendampingi anak dalam berbagai situasi. Melalui pembahasan kasus sehari-hari, peserta diajak memahami bahwa pengasuhan membutuhkan kesabaran, komunikasi, dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah. Keselarasan pola pengasuhan di rumah dan lingkungan pendidikan diharapkan dapat membantu anak memperoleh pendampingan yang konsisten selama masa pertumbuhannya.

Melalui sosialisasi parenting ini, mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember berharap para wali murid semakin memahami pentingnya pola asuh positif dalam kehidupan keluarga. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pendidikan anak usia dini melalui penguatan peran orang tua.

Dengan pendampingan yang penuh kasih sayang, komunikasi yang terbuka, dan kesempatan untuk bereksplorasi, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, mandiri, cerdas, dan berkarakter.

Dari Limbah Menjadi Karya, Mahasiswa Unmuh Jember Ajak Anak Berkreasi Ramah Lingkungan

Limbah plastik dan bahan alam dapat memiliki nilai guna ketika diolah dengan kreativitas. Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan Pengelolaan Limbah Plastik dan Bahan Alam Menjadi Produk Kreatif Ramah Lingkungan di Luniza Bimbel Rambipuji, Jember, Minggu (27/9/2026).

Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari Projek Kepemimpinan 2026 Kelompok Bahasa Indonesia (B1) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal pemanfaatan limbah sekaligus mengembangkan kreativitas melalui permainan edukatif, demonstrasi, praktik langsung, dan refleksi.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.20 WIB. Setelah registrasi, pembukaan, doa bersama, dan sambutan Ketua Projek Kepemimpinan, Moh. Khozairi, peserta mengikuti ice breaking untuk membangun suasana belajar yang interaktif.

Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi mengenai pemanfaatan bahan bekas menjadi produk kreatif. Dua kegiatan utama yang diperkenalkan adalah mengolah tutup botol plastik menjadi gantungan kunci serta menerapkan teknik ecoprint pada totebag dan pouch.

Penyampaian materi dilengkapi demonstrasi dan kuis agar peserta lebih mudah memahami informasi yang diberikan. Setelah itu, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempraktikkan pembuatan karya dengan pendampingan tim pelaksana.

Selama sekitar 70 menit, setiap kelompok menentukan bahan dan desain, membagi tugas, serta bekerja sama menyelesaikan produk. Proses tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara langsung bahwa bahan yang kerap dianggap tidak berguna masih dapat dimanfaatkan menjadi karya yang menarik.

Ketertarikan peserta terlihat dari pilihan karya yang ingin mereka buat. Saat ditanya mengenai produk yang lebih disukai, salah seorang peserta memilih gantungan kunci karena bentuknya yang menarik.

“Karena bentuknya lucu-lucu,” jawabnya singkat.

Jawaban tersebut memperlihatkan bagaimana bentuk dan tampilan produk dapat menjadi daya tarik bagi peserta untuk terlibat dalam kegiatan kreatif. Antusiasme juga terlihat selama praktik, ketika peserta menentukan susunan bahan, memilih desain, dan berkontribusi dalam penyelesaian karya kelompok.

Setelah praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi show and tell. Perwakilan dari masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya sekaligus menceritakan proses pembuatannya kepada peserta lain. Sesi ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih keberanian, berbagi pengalaman, dan mengapresiasi hasil karya bersama.

Salah seorang peserta menggambarkan kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang “seru dan menyenangkan”. Ia juga menyampaikan keinginan untuk mengikuti kegiatan serupa apabila kembali diselenggarakan.

Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengisi exit ticket untuk merefleksikan pengalaman belajar yang diperoleh. Tim pelaksana juga menyerahkan dan memasang poster atau infografis panduan pemanfaatan limbah di lokasi kegiatan agar materi yang disampaikan dapat diingat kembali.

Berdasarkan rekapitulasi kegiatan, seluruh 15 peserta mengikuti praktik, tiga kelompok berhasil bekerja sama dan mempresentasikan hasilnya, serta 15 produk kreatif berhasil dihasilkan. Capaian tersebut menjadi indikator keterlibatan peserta dalam rangkaian kegiatan edukasi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Projek Kepemimpinan 2026 Kelompok Bahasa Indonesia (B1) Unmuh Jember berupaya menghadirkan edukasi lingkungan melalui pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipraktikkan. Tidak hanya mengenalkan pemanfaatan limbah, kegiatan ini juga mendorong kreativitas, kerja sama, dan keberanian peserta dalam menghasilkan karya.

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk melihat kembali bahan-bahan di sekitar dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Selasa, 27 Oktober 2026

Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid tentang Pengasuhan Positif di Lumajang


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Reni Setyowati, menggelar sosialisasi parenting bertema “Orang Tua Hebat, Anak Bahagia, Cerdas, dan Ceria” di KB Intan Lestari, Desa Rowokangkung, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 25 wali murid yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi.

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola asuh positif dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini. Pada masa ini, anak membutuhkan pendampingan yang tepat untuk mengembangkan karakter, kemandirian, kepercayaan diri, kecerdasan, serta kemampuan bersosialisasi.

Dalam pemaparannya, Reni menyampaikan bahwa orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak. Peran orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan pendampingan emosional, membangun rasa aman, serta menanamkan kebiasaan dan karakter positif melalui interaksi sehari-hari.

“Anak tidak membutuhkan orang tua yang selalu benar, tetapi orang tua yang mau mendengarkan, memperbaiki diri, dan mendampingi,” ungkap Reni saat menyampaikan materi sosialisasi.


Materi yang diberikan mencakup penerapan pola asuh positif tanpa kekerasan, penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman, serta stimulasi kecerdasan melalui kegiatan bermain dan aktivitas sehari-hari. Orang tua juga didorong memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi secara aman sesuai dengan tahap perkembangannya.

Selain itu, peserta diingatkan agar tidak membanding-bandingkan anak dengan anak lain, memberikan label negatif, maupun membiarkan anak menggunakan gawai tanpa batasan. Pendekatan yang penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, dan aturan yang konsisten menjadi bagian penting dalam membangun hubungan positif antara orang tua dan anak.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para wali murid menyampaikan berbagai persoalan pengasuhan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari mendampingi anak yang tinggal bersama nenek, menghadapi anak yang mengalami tantrum, hingga menyikapi perilaku memukul yang ditiru anak ketika bermain dengan anak yang lebih dewasa.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi para wali murid untuk berbagi pengalaman sekaligus memperoleh wawasan mengenai cara mendampingi anak secara tepat. Melalui pembahasan berbagai situasi nyata, orang tua diajak memahami perilaku anak berdasarkan kebutuhan perkembangan dan kondisi emosionalnya, serta merespons dengan tenang tanpa kekerasan.

Melalui sosialisasi parenting ini, para wali murid diharapkan semakin memahami pentingnya pengasuhan yang positif, konsisten, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Komunikasi serta kerja sama antara orang tua dan pihak sekolah juga diharapkan semakin kuat agar anak memperoleh pendampingan yang selaras, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat tentang pendidikan anak usia dini. Dengan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pengasuhan, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang bahagia, cerdas, mandiri, dan berkarakter.

Optimalkan Tumbuh Kembang Anak, Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Edukasi Orang Tua tentang Positive Parenting dan Screentime


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi S1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Arista Dewi, menggelar sosialisasi pengasuhan anak bertema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah: Pendampingan Pengasuhan Positif (Positive Parenting) dan Pengelolaan Screentime Anak Usia Dini” di PAUD KB Dewi Masyitoh, Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan KKN Mandiri ini menyasar para wali murid sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pola pengasuhan positif sekaligus penggunaan gawai yang bijak pada anak usia dini. Sosialisasi tersebut menjadi ruang edukasi bagi orang tua untuk menghadapi tantangan pengasuhan di era digital, ketika anak semakin akrab dengan perangkat elektronik dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Arista menjelaskan bahwa penggunaan gawai secara berlebihan tanpa pendampingan dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi langsung, melakukan aktivitas fisik, dan mengeksplorasi lingkungan. Padahal, berbagai pengalaman tersebut penting untuk mendukung perkembangan bahasa, kemampuan sosial emosional, konsentrasi, dan keterampilan motorik anak.

Arista juga menekankan bahwa penggunaan gawai tidak harus dilarang sepenuhnya, tetapi perlu diatur sesuai usia dan kebutuhan perkembangan anak. Mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), anak usia 2–4 tahun dianjurkan menghabiskan waktu di depan layar tidak lebih dari satu jam sehari; semakin sedikit, semakin baik. Orang tua juga perlu memastikan konten yang diakses sesuai usia serta mendampingi anak selama penggunaan gawai.

Sebagai langkah konkret, kegiatan ini memperkenalkan konsep pengasuhan positif (positive parenting), yaitu pola pengasuhan yang mengedepankan komunikasi yang baik, kasih sayang, ketegasan, dan penghargaan terhadap kebutuhan emosional anak. Orang tua diajak memahami perasaan anak sebelum memberikan arahan, menetapkan batasan secara konsisten, serta menjadi teladan dalam menggunakan gawai di rumah.

Para wali murid juga mendapatkan sejumlah strategi praktis untuk mengelola waktu layar (screentime) tanpa memperbesar konflik dengan anak. Strategi tersebut meliputi penetapan jadwal penggunaan gawai, penerapan area bebas gawai seperti meja makan dan kamar tidur, penggunaan pengingat waktu, serta penyediaan kegiatan alternatif yang menarik dan edukatif, seperti membaca buku, bermain peran, menggambar, dan melakukan aktivitas fisik bersama keluarga.

Materi ini juga membahas cara menghadapi anak yang menangis atau mengalami tantrum ketika waktu penggunaan gawai berakhir. Dalam situasi tersebut, orang tua didorong untuk tetap tenang, membantu anak mengenali emosinya, dan menerapkan aturan secara konsisten tanpa bentakan maupun hukuman fisik.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola lembaga dan para wali murid KB Dewi Masyitoh. Salah satu perwakilan wali murid mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan persoalan pengasuhan yang kerap dihadapi di rumah.

“Mater

Perkuat Pengasuhan Positif, Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid di Bojonegoro


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Winarti, menggelar sosialisasi bertema “Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Orang Tua dalam Membangun Interaksi Pengasuhan yang Positif” di TK Dharma Bakti I, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Senin (27/10/2026).

Kegiatan yang menyasar wali murid tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya mengelola emosi, membangun komunikasi yang positif, serta menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi anak usia dini. Kegiatan ini turut diikuti tenaga pendidik serta kepala lembaga pendidikan anak usia dini di lingkungan setempat.

Kepala TK Dharma Bakti I, Lilik, S.Pd., hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut. Materi yang disampaikan mencakup cara mengenali dan mengendalikan emosi ketika menghadapi perilaku anak, mendengarkan perasaan anak, memberikan apresiasi, serta menerapkan disiplin positif tanpa kekerasan.

Para peserta juga diajak memahami bahwa anak usia dini masih berada dalam tahap perkembangan sosial dan emosional. Oleh karena itu, anak membutuhkan pendampingan, keteladanan, dan kesabaran dari orang dewasa, terutama orang tua sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak.

Sosialisasi dilengkapi dengan pembahasan contoh kasus pengasuhan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Para wali murid diajak berlatih menggunakan kalimat positif ketika menasihati anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk mengungkapkan perasaan, serta menyelesaikan konflik melalui komunikasi yang tenang dan penuh pengertian.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Sekolah menilai keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para orang tua semakin memahami pentingnya mengelola emosi dan membangun komunikasi yang positif dengan anak. Anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung, baik di sekolah maupun di rumah, agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, mampu berinteraksi dengan orang lain, dan memiliki kemampuan sosial emosional yang baik,” ungkap perwakilan pihak sekolah.

Melalui kegiatan ini, para wali murid diharapkan dapat menerapkan pengasuhan positif dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut dapat dimulai dari kebiasaan berbicara dengan lembut, menghargai pendapat anak, memberikan pujian atas perilaku baik, serta menghindari bentakan dan hukuman fisik.

Sosialisasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan meningkatnya pemahaman orang tua mengenai kompetensi sosial emosional, diharapkan terbangun interaksi pengasuhan yang lebih hangat, responsif, dan positif sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung perkembangan dirinya.

Bersama Menata, Bersama Mendidik, Mahasiswa KKN Unmuh Jember Tata Area Senam TK Al-Ulum


Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Munadiroh, menginisiasi penataan area senam di TK Al-Ulum, Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, pada 23–24 Oktober 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Menata, Bersama Mendidik: Wujudkan Area Senam Ceria” ini melibatkan warga sekolah, wali murid, dan masyarakat sekitar melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan area senam yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi anak usia dini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat penanda posisi di lantai sebagai panduan visual bagi anak saat mengambil tempat ketika mengikuti kegiatan senam bersama.

Penanda tersebut diharapkan membantu anak memahami posisi dan jarak antarteman, mengikuti arahan guru, serta melakukan gerakan senam tanpa berdesakan. Area yang tertata juga memudahkan guru mengondisikan barisan sehingga kegiatan olahraga dapat berlangsung lebih teratur dan nyaman.

Gagasan penataan area senam ini berangkat dari kebutuhan akan lingkungan belajar yang mendukung aktivitas fisik anak. Bagi anak usia dini, panduan visual sederhana dapat membantu mereka memahami instruksi, mengenali ruang pribadi, dan belajar menghargai kenyamanan teman. Dengan demikian, penataan area senam tidak hanya mendukung keteraturan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan disiplin sejak dini.

Pelaksanaan kegiatan mengedepankan semangat gotong royong. Warga sekolah berkoordinasi dalam proses penataan, sementara wali murid dan masyarakat sekitar turut memberikan dukungan. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik sekolah maupun keluarga.


Kepala TK Al-Ulum, Muzainatur Rohmah, S.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut. Penataan area senam dinilai dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Wali murid yang terlibat juga mengapresiasi kegiatan kolaboratif ini. Penanda posisi diharapkan membantu anak belajar berbaris dengan rapi, menjaga jarak dengan teman, serta membiasakan perilaku disiplin melalui aktivitas yang menyenangkan.

Pada akhir kegiatan, wali murid dan masyarakat sekitar turut mengikuti senam bersama. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh pihak untuk merasakan manfaat penataan area senam sekaligus mempererat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi awal bagi pelaksanaan kegiatan kolaboratif lainnya di lingkungan sekolah.

Melalui program KKN ini, Munadiroh berupaya menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan PG-PAUD sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan pendidikan anak usia dini. Penanda posisi yang telah dibuat diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan anak-anak TK Al-Ulum.

Lebih dari sekadar menata area senam, kegiatan ini menjadi wujud bahwa perubahan sederhana dapat memberikan manfaat ketika dilakukan bersama. Semangat gotong royong antara sekolah, wali murid, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi menghadirkan lingkungan belajar yang ceria, aman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Tanamkan Karakter Islami Sejak Dini, Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Edukasi Orang Tua di Tuban

Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), Sri Rahayu, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai optimalisasi peran orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami kepada anak di TK Swadaya Progresif, Desa Talangkembar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya mengenalkan nilai-nilai agama dan akhlak sejak usia dini melalui keteladanan serta pembiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak, sehingga peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak.

Dalam kegiatan tersebut, Sri Rahayu memberikan pendampingan kepada orang tua melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai cara menanamkan karakter Islami di lingkungan keluarga. Orang tua diajak memahami bahwa anak belajar tidak hanya melalui nasihat, tetapi juga dengan meniru perilaku yang mereka lihat dalam keseharian.

Pembiasaan sederhana, seperti mengajak anak berdoa sebelum dan sesudah beraktivitas, mengucapkan salam, berkata jujur, bersikap sopan, menghormati orang lain, serta membiasakan perilaku saling membantu, dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami. Penerapan kebiasaan tersebut perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan anak agar dapat dipahami serta dilakukan secara menyenangkan.

Kegiatan ini juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua memiliki peran penting dalam memastikan nilai-nilai yang dikenalkan oleh guru dapat diterapkan secara konsisten di rumah. Dengan adanya keselarasan antara pendidikan di keluarga dan sekolah, anak diharapkan lebih mudah membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak TK Swadaya Progresif menyambut baik kegiatan tersebut. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam mendorong keterlibatan orang tua pada proses pendidikan anak usia dini. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan keluarga diharapkan dapat memperkuat upaya menanamkan nilai-nilai karakter Islami sejak dini.

Apresiasi juga disampaikan oleh pihak pemerintah desa terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa RPL Unmuh Jember. Kegiatan tersebut dinilai mendukung upaya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan karakter bagi anak sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Sri Rahayu berupaya menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan PG-PAUD sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong orang tua menjadi teladan bagi anak, membangun kebiasaan baik secara berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan karakter dan akhlak anak.

Dengan keterlibatan aktif orang tua dan dukungan sekolah, penanaman nilai-nilai Islami diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang santun, jujur, bertanggung jawab, dan berakhlak baik.

Mahasiswa KKN RPL PG-PAUD Unmuh Jember Edukasi Wali Murid KB Harapan Jaya tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertema “Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini: Peran PAUD dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif, Bahasa, dan Sosial Emosional Anak” bagi wali murid KB Harapan Jaya, Pagowan, Lumajang, pada Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) serta peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa mengajak wali murid memahami bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari lingkungan keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan tiga aspek perkembangan anak yang perlu mendapatkan perhatian, yakni kemampuan kognitif, bahasa, dan sosial emosional. Ketiganya berperan penting dalam membantu anak mengenali lingkungan, berkomunikasi, serta membangun hubungan yang positif dengan orang-orang di sekitarnya.

Kemampuan kognitif berkaitan dengan proses berpikir, mengenali lingkungan, memecahkan masalah sederhana, dan memahami hal-hal baru. Sementara itu, kemampuan bahasa membantu anak menyampaikan keinginan, mengungkapkan pendapat, serta berkomunikasi dengan orang lain. Adapun perkembangan sosial emosional mendukung anak dalam mengenali dan mengelola perasaan, belajar berbagi, bekerja sama, serta menjalin hubungan dengan teman sebaya maupun orang dewasa.

Mahasiswa juga menekankan bahwa pendidikan anak usia dini bukan sekadar mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Pada tahap ini, anak perlu memperoleh kesempatan untuk bermain sambil belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, sesuai usia dan tahap perkembangannya.

Melalui aktivitas bermain, anak dapat mengembangkan rasa ingin tahu, melatih kemandirian, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, serta belajar mengenali dan mengelola emosinya. Karena itu, lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung eksplorasi menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak usia dini.

Selain peran guru di sekolah, keterlibatan orang tua di rumah juga menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak. Mahasiswa mendorong wali murid untuk menerapkan stimulasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak anak bercerita, membacakan buku, bermain bersama, memberikan kesempatan mencoba hal baru, serta mengapresiasi usaha yang dilakukan anak.

Pendampingan yang konsisten antara rumah dan sekolah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan perkembangan anak secara berkelanjutan. Orang tua juga diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik, potensi, dan kecepatan perkembangan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan dukungan sesuai kebutuhannya tanpa dibandingkan dengan anak lain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember berharap terjalin kerja sama yang semakin erat antara orang tua dan guru dalam mendukung pendidikan anak usia dini. Pemahaman yang baik mengenai tahapan perkembangan anak diharapkan mendorong keluarga untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak.

Sosialisasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan anak usia dini. Dengan dukungan keluarga dan sekolah, anak diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, mampu berkomunikasi, serta memiliki keterampilan sosial emosional yang baik.

Connect