Sabtu, 21 Februari 2026

Unmuh Jember Siap Jadi Tuan Rumah Kajian Ramadhan PWM Jatim 1447 H, Angkat Tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dipercaya menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur yang akan digelar pada Sabtu dan Minggu (21–22/2/2026). Kegiatan tingkat wilayah ini diproyeksikan diikuti sebanyak 1.560 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Peserta terdiri atas Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah se-Jawa Timur, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tingkat provinsi, baik dari rumah sakit maupun lembaga pendidikan. Tak hanya itu, panitia juga memastikan kehadiran dua menteri, yakni Prof. Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Raja Juli Antoni selaku Menteri Kehutanan.

Wakil Rektor III Unmuh Jember, Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa penunjukan Unmuh Jember sebagai tuan rumah merupakan simbol kepercayaan sekaligus pengakuan atas kapasitas institusi. “Ditunjuknya Unmuh Jember sebagai tuan rumah Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur menunjukkan adanya kepercayaan terhadap kapasitas kami, baik dari sisi manajemen, fasilitas, maupun kualitas sumber daya manusia. Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah kegiatan, tetapi simbol kepercayaan dan penguatan eksistensi kami dalam dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, Unmuh Jember tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga pusat dakwah, kaderisasi, dan pengembangan nilai-nilai Islam berkemajuan. Kehadiran pimpinan dan tokoh Muhammadiyah dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperluas jejaring, memperkuat sinergi antar-AUM, serta meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional.

Dirinya juga menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah Kajian Ramadhan merupakan kehormatan besar bagi kampusnya, terlebih dengan rencana kehadiran dua menteri dan pimpinan pusat Muhammadiyah. Apalagi, Unmuh Jember baru saja meraih Akreditasi Institusi dengan status Unggul, sehingga momentum ini sekaligus menjadi bentuk tasyakuran dan penguatan komitmen dakwah kampus.

Kajian Ramadhan tahun ini mengusung tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah topik yang dinilai sangat relevan dengan kondisi bangsa yang tengah menghadapi krisis lingkungan dan ancaman bencana. Dr. Sofyan menegaskan bahwa persoalan perubahan iklim, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan tidak cukup dijawab secara teknis, tetapi juga membutuhkan landasan etis dan spiritual. “Ekoteologi mengintegrasikan sains lingkungan dengan nilai-nilai ketuhanan. Dalam perspektif Islam, manusia adalah khalifah di bumi yang bertugas menjaga keseimbangan alam. Tanggung jawab ekologis bukan sekadar isu teknis, tetapi bagian dari ibadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai moral keagamaan. Isu keberlanjutan (sustainability), pengelolaan sumber daya alam, mitigasi risiko bencana, hingga etika sosial dapat dikaji lintas disiplin, mulai dari teknik, kesehatan, pertanian, hingga sosial-humaniora. “Kami ingin kampus hadir sebagai pusat produksi gagasan dan solusi berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus penguatan spiritual,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Unmuh Jember sebagai tuan rumah telah diumumkan sejak setahun lalu, tepatnya saat Kajian Ramadhan 1446 H di UM Lamongan. Ia menyebut Kajian Ramadhan PWM Jatim selalu dirindukan oleh pimpinan dan warga Muhammadiyah. “Untuk menjawab antusiasme tersebut, kami menghadirkan narasumber yang benar-benar bintang, di antaranya Rahmawati dari PP Aisyiyah yang juga pakar kebencanaan, Prof. Abdul Mu’ti, Prof. Din Syamsuddin, Prof. Syafiq, Raja Juli Antoni, dan tentu saja Prof. Haedar Nashir,” ungkapnya.

Menurut Prof. Biyanto, tema ekoteologi dipilih karena Indonesia termasuk negara rawan bencana. Berbagai bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada akhir 2025, menunjukkan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. “Beragama bukan hanya soal ritual dan hubungan antarmanusia, tetapi juga bagaimana kita bersahabat dengan alam. Memelihara lingkungan adalah bagian penting dari tugas kekhalifahan,” tegasnya.

Dengan persiapan yang telah dilakukan secara matang, Unmuh Jember optimistis mampu menyelenggarakan Kajian Ramadhan PWM Jawa Timur 1447 H secara profesional, tertib, dan berkesan

Kamis, 19 Februari 2026

Kuliah Tamu PPG Unmuh Jember: PowerPoint Berbasis AI untuk Calon Guru Adaptif dan Inovatif

Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) FKIP Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kuliah tamu bertajuk “Pengembangan Materi Presentasi PowerPoint yang Efektif Berbasis AI” pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama PPG FKIP Unmuh Jember dengan IBLU Academy dan dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom.

Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa PPG Calon Guru (Cagur) dari tiga bidang studi, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan PG PAUD. Selain mahasiswa, dosen pengampu PPG juga turut hadir sebagai peserta, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi digital pendidik di era transformasi teknologi.

Acara dipandu oleh Salsabila Keke Maulyana dari PPG Cagur Bahasa Indonesia. Sementara itu, narasumber utama adalah Nuril Alam, S.Pd., MOS., Trainer IBLU Academy yang juga merupakan Microsoft Partner dan Microsoft Office Specialist Expert. Kehadiran praktisi bersertifikasi internasional ini memberikan perspektif aplikatif dan aktual mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, M.Pd., selaku Kepala Program Studi PPG Universitas Muhammadiyah Jember sekaligus keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa guru masa kini tidak cukup hanya menguasai materi ajar, tetapi juga harus mampu mengemasnya secara visual, komunikatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Memasuki sesi inti, narasumber mengawali dengan menggali pengalaman peserta terkait penggunaan AI dalam pembelajaran. Diskusi awal ini membuka ruang refleksi sekaligus memperlihatkan bahwa sebagian calon guru telah mulai memanfaatkan AI, meski belum optimal dalam pengembangan media presentasi.

Selanjutnya, Nuril Alam memaparkan secara komprehensif bagaimana Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk menyusun materi PowerPoint yang lebih efektif, menarik, dan profesional. Peserta diperkenalkan pada berbagai fitur berbasis AI yang membantu dalam perumusan outline materi, penyederhanaan teks, pemilihan visual, hingga desain slide yang lebih komunikatif dan efisien.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak pertanyaan muncul terkait etika penggunaan AI, batasan kreativitas guru, serta strategi agar media presentasi tetap berpusat pada kebutuhan peserta didik. Diskusi ini memperkaya pemahaman bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta mendapatkan e-sertifikat gratis. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran bahwa transformasi digital di dunia pendidikan membutuhkan kesiapan kompetensi dan mindset yang adaptif.

Melalui kuliah tamu ini, Program Studi PPG Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam mencetak calon guru yang inovatif, kreatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi dengan IBLU Academy menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa lulusan PPG tidak hanya siap mengajar, tetapi juga siap menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman.

Gebrakan Mahasiswa Ners Unmuh Jember! Jus Buah Naga Tomat r Lawan Diabetes di Nogosari

Inovasi sederhana namun berdampak nyata ditunjukkan Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember dalam membantu menekan risiko Diabetes Mellitus (DM) di masyarakat. Melalui program Edukasi SEHATI (Sehat, Aman, Terkendali), mahasiswa menghadirkan edukasi komprehensif tentang diabetes yang dipadukan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat sebagai alternatif minuman sehat penunjang pengendalian gula darah.

Kegiatan implementasi keperawatan komunitas ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 16.00 WIB di Dusun Gumuksari, Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Program yang digagas Kelompok 4B Stase Keperawatan Komunitas tersebut menyasar 15 anggota Karang Werdha Anggrek Desa Nogosari.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam mengendalikan kadar gula darah melalui pendekatan promotif dan preventif. Mahasiswa memberikan edukasi mulai dari pengertian Diabetes Mellitus, faktor risiko, tanda dan gejala, hingga potensi komplikasi seperti gangguan penglihatan, penyakit jantung, gagal ginjal, dan luka kronis akibat kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami peserta. Para lansia diajak berdiskusi mengenai kebiasaan makan sehari-hari, pentingnya membatasi asupan gula sederhana, serta menjaga keseimbangan antara pola makan dan aktivitas fisik.

Usai sesi edukasi, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan jus buah naga dan tomat. Kedua bahan tersebut dipilih karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar serta mengandung serat dan antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kestabilan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara tepat dan seimbang. Demonstrasi ini menjadi bentuk pendekatan praktis agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan di rumah.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para lansia mengikuti uji coba minum jus bersama, sekaligus berdiskusi mengenai pola konsumsi yang aman, pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, dan kontrol gula darah secara berkala.

Ibu Tutik Eko selaku Koordinator Karang Werdha Anggrek menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi yang diberikan sangat membantu anggota dalam memahami cara sederhana mengelola diabetes. Salah satu peserta juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru tentang langkah praktis menjaga kesehatan di usia lanjut.

Melalui Edukasi SEHATI, mahasiswa Profesi Ners FIKES Unmuh Jember berharap para lansia semakin mandiri dalam mengelola Diabetes Mellitus sehingga risiko komplikasi dapat ditekan dan kualitas hidup tetap terjaga. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa intervensi kesehatan berbasis komunitas yang sederhana, kontekstual, dan aplikatif mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Rabu, 18 Februari 2026

FKIP Unmuh Jember Dampingi Guru Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari, Perkuat Pembelajaran Berpusat pada Siswa

Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran terus diperkuat melalui kolaborasi antara Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember. Kerja sama ini diwujudkan dalam bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pendampingan guru guna menyegarkan kembali praktik pembelajaran berpusat pada siswa.

Kegiatan yang berlangsung pada 11–17 Februari 2026 ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa FKIP Unmuh Jember, termasuk dosen dan mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta mahasiswa sarjana dari berbagai latar belakang keilmuan, seperti Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Biologi. Sinergi lintas bidang ini dirancang untuk memberikan perspektif komprehensif dalam penguatan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Berbeda dari kegiatan pelatihan pada umumnya, program PkM ini menghadirkan dua tahapan utama secara terintegrasi, yaitu workshop perancangan pembelajaran dan pendampingan praktik pembelajaran di kelas. Pada tahap awal, para guru menyusun rancangan pembelajaran yang kemudian mendapatkan umpan balik langsung dari tim PkM. Masukan yang diberikan mencakup penyusunan kata kerja operasional dalam tujuan pembelajaran, keselarasan langkah-langkah pembelajaran dengan model atau metode yang dipilih, hingga penguatan skenario pembelajaran berpusat pada siswa.

Setelah tahap perencanaan, kegiatan berlanjut pada pendampingan praktik pembelajaran. Tim PkM masuk ke kelas untuk melakukan observasi langsung mulai dari kegiatan pendahuluan, inti, hingga penutup. Pendampingan ini menjadi ruang reflektif bagi guru untuk melihat implementasi rancangan yang telah disusun sekaligus menerima masukan konstruktif demi peningkatan kualitas pembelajaran.

Dalam praktiknya, sejumlah guru telah menunjukkan upaya konkret dalam mengintegrasikan pembelajaran aktif dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di kelas. Tim PkM memberikan apresiasi atas langkah tersebut sekaligus mendorong konsistensi penerapan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa.

Di akhir rangkaian kegiatan, dilaksanakan sesi refleksi bersama antara tim PkM dan para guru. Refleksi ini menjadi momentum evaluasi diri, baik dalam aspek perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran. Guru didorong untuk menyusun rencana tindak lanjut sebagai bagian dari komitmen peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

Penutupan kegiatan ditandai dengan refleksi bersama Wakil Mudir II Pondok Modern Muhammadiyah Pakusari. Dalam diskusi tersebut mengemuka pentingnya penyusunan sistematika rancangan pembelajaran khas lembaga yang dapat menjadi pedoman bersama seluruh guru. Selain itu, dibutuhkan pendampingan intensif bagi guru muda atau guru pengabdian sebelum terjun langsung mengajar di kelas.

Minggu, 15 Februari 2026

Mesin Pencacah Hijauan Dihadirkan, Dosen Unmuh Jember Perkuat Kemandirian Ekonomi Hijau PRA Karangtengah

Upaya memperkuat ketahanan ekonomi berbasis komunitas terus dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Minggu (01/2/2026), tim dosen Unmuh Jember menghadirkan teknologi tepat guna berupa mesin pencacah hijauan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Karangtengah. Program ini tidak hanya menghadirkan alat, tetapi juga membangun sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi hijau. 

Program ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya hayati yang melimpah di wilayah Karangtengah, seperti rumput, daun, dan limbah organik dari kebun dan pekarangan warga. Selama ini, bahan-bahan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sementara sebagian besar masyarakat memelihara ternak seperti kambing dan sapi sebagai sumber pendapatan tambahan. Namun, proses penyediaan pakan masih dilakukan secara manual, sehingga kurang efisien, memakan waktu, dan berdampak pada rendahnya produktivitas ternak. 

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Unmuh Jember menghadirkan mesin pencacah hijauan yang mampu memotong pakan ternak dengan ukuran seragam, sehingga lebih mudah dikonsumsi dan mengurangi limbah. Mesin ini juga memungkinkan pengolahan pakan menjadi silase atau pakan fermentasi, yang dapat disimpan untuk menjaga ketersediaan pakan, terutama saat musim kemarau. 

Ketua tim pengabdian, Hadi Jatmiko, S.ST.Par., M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan solusi teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat. “Kami tidak sekadar menyerahkan alat, tetapi juga membekali kader ‘Aisyiyah dengan pelatihan operasional, perawatan mesin, keselamatan kerja, serta manajemen kelompok agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain pelatihan teknis, anggota PRA Karangtengah juga mendapatkan pendampingan dalam aspek manajemen usaha, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pencatatan logbook produksi, serta penerapan sistem iuran kelompok untuk mendukung perawatan mesin. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. 

Program ini turut melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember yang berperan dalam kegiatan survei lapangan, pendampingan pelatihan, dokumentasi, serta monitoring pelaksanaan program. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang memberikan pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat. 

Lebih dari sekadar peningkatan produktivitas peternakan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi hijau berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan limbah organik sebagai bahan pakan dan menerapkan sistem produksi yang efisien, PRA Karangtengah diharapkan mampu mengembangkan model usaha yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

Keberhasilan pelaksanaan program ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Muhammadiyah Jember dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat, Unmuh Jember terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Digital Guru SD Muhammadiyah Kaliwates melalui Pelatihan Deep Learning

 

Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan dasar melalui pemanfaatan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru SD Muhammadiyah Kaliwates Jember melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis Teknologi Digital, yang dilaksanakan di SD Muhammadiyah Kaliwates, Jember.

Program ini dipimpin oleh Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, M.Pd, bersama anggota tim Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si dan Kristi Nuraini, M.Pd. Kegiatan ini melibatkan 17 guru sebagai peserta utama serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang turut berperan dalam pendampingan dan implementasi program.

Ketua tim pelaksana, Dr. Christine Wulandari Suryaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan pendidikan di era digital, khususnya dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menuntut penguatan kompetensi abad ke-21.

“Kami hadir untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar guru mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, guru dibekali pemahaman tentang konsep pembelajaran mendalam atau deep learning, yang menekankan proses belajar berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta memperkuat pemahaman konsep secara lebih mendalam.

Selain itu, Dr. Nurul Imamah Ah., M.Si memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi digital seperti Canva sebagai media pembelajaran interaktif. Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan bahan ajar yang lebih menarik dan efektif.

“Media digital memungkinkan guru menghadirkan pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami,” jelasnya.

Sementara itu, Kristi Nuraini, M.Pd menutup sesi pelatihan dengan demonstrasi pembelajaran berbasis deep learning, sekaligus membagikan strategi praktis yang dapat diterapkan guru di kelas. Demonstrasi ini membantu guru memahami secara langsung bagaimana mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Kepala SD Muhammadiyah Kaliwates, Siami Astutiningsih, S.Pd., M.Pd, menyambut baik kegiatan ini dan menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unmuh Jember dalam meningkatkan kompetensi guru.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan digital. Kami berharap program ini dapat memperkuat kualitas pembelajaran dan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif di sekolah,” ungkapnya.

Program PkM ini direncanakan berlangsung selama delapan bulan, mencakup tahap pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dan publikasi hasil kegiatan. Melalui program ini, guru diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar digital secara mandiri serta menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era transformasi digital.

Kamis, 12 Februari 2026

Unmuh Jember Edukasi Siswa SMK Muhammadiyah tentang Literasi Keuangan Syariah dan Bahaya Pinjaman Online

Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan literasi generasi muda melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Digital Islamic Financial Literacy: Edukasi Keuangan Syariah Guna Menyikapi Maraknya Pinjaman Online. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026 di Aula SMK Muhammadiyah Jember dan diikuti oleh siswa serta guru.

Program ini merupakan kolaborasi dosen lintas program studi, yakni Ari Sita Nastiti, SE., M.Akun., dosen Program Studi Akuntansi, bersama Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si., dosen Program Studi Teknik Informatika. Kegiatan turut melibatkan dua mahasiswa Akuntansi yang berperan dalam pendampingan peserta dan dukungan teknis. Pelaksanaan program didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam pemaparannya, Ari Sita Nastiti menekankan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah, terutama di tengah kemudahan akses layanan keuangan digital. Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi membawa manfaat sekaligus risiko bagi generasi muda.

“Siswa perlu memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, mampu mengelola keuangan secara bijak, serta memahami prinsip keuangan syariah agar terhindar dari praktik yang merugikan,” jelasnya.

Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar literasi keuangan, konsep perencanaan keuangan, bahaya perilaku konsumtif, hingga pemahaman tentang riba dan alasan pelarangannya dalam Islam. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan remaja agar mudah dipahami.

Sementara itu, Lutfi Ali Muharom membahas aspek literasi keuangan digital, khususnya risiko pinjaman online. Peserta diajak memahami cara membedakan pinjaman legal dan ilegal, pentingnya menjaga keamanan data pribadi, serta konsekuensi bunga dan denda yang kerap membebani pengguna.

Sebagai bentuk evaluasi, tim melaksanakan pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap literasi keuangan syariah dan keamanan layanan digital.

Kepala SMK Muhammadiyah Jember, Budiyono, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat relevan dengan kondisi siswa yang hidup di era digital dan memiliki akses luas terhadap berbagai layanan keuangan berbasis aplikasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam membangun generasi yang cerdas secara finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta berpegang pada nilai-nilai syariah dalam setiap keputusan ekonomi.

Connect