Selasa, 11 Agustus 2026

Akselerasi Ekonomi Digital Desa Tanah Wulan, KKN 13 Unmuh Jember Dorong UMKM Manfaatkan QRIS dan Google Maps

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso. Melalui program digitalisasi usaha, mahasiswa membantu pelaku UMKM mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui QRIS serta meningkatkan visibilitas usaha melalui layanan Google Maps, Selasa (4/8/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi. Digitalisasi UMKM dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan pemasaran, serta beradaptasi dengan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada sistem non-tunai.

Dalam aspek transaksi keuangan, mahasiswa KKN 13 memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM dalam pembuatan dan penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Melalui sistem tersebut, pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan lebih mudah menggunakan berbagai layanan keuangan digital, seperti dompet elektronik maupun mobile banking.

Selain memberikan kemudahan transaksi, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha dalam mengurangi risiko kesalahan pencatatan transaksi serta meningkatkan keamanan pembayaran dibandingkan sistem tunai. Dengan adanya sistem pembayaran digital, pengelolaan usaha diharapkan menjadi lebih praktis dan tertata.

Tidak hanya pada aspek pembayaran, mahasiswa KKN 13 juga membantu pelaku UMKM mendaftarkan lokasi usaha melalui Google Maps. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan profil usaha, pengisian informasi lokasi, kategori usaha, jam operasional, kontak, hingga dokumentasi foto. Melalui layanan tersebut, keberadaan UMKM Desa Tanah Wulan dapat lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas.

Salah satu warga Desa Tanah Wulan, Mamik (45), mengapresiasi program yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, keberadaan teknologi digital dapat membantu perkembangan UMKM dan membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa.

"Menurut saya, dengan berjalannya usaha UMKM dan adanya program kerja pembuatan QRIS dan Google Maps sangat membantu," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Kelompok 13 tidak hanya memberikan fasilitas digital, tetapi juga melakukan pendampingan secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi UMKM, pemetaan kebutuhan usaha, hingga pemberian edukasi mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Melalui program ini, mahasiswa memberikan dukungan teknis mulai dari pemeriksaan administrasi, pembuatan akun digital, pencarian titik lokasi usaha, hingga pendampingan penggunaan layanan teknologi yang telah dibuat.

Transformasi digital UMKM Desa Tanah Wulan mendapat respons positif dari masyarakat. Dengan adanya kemudahan transaksi melalui QRIS dan informasi lokasi usaha melalui Google Maps, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing serta memperluas pasar.

Program tersebut juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian SDGs Desa poin 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan sektor ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN Kelompok 13 Unmuh Jember berharap digitalisasi UMKM dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih mandiri dan produktif.

Fakultas Psikologi Unmuh Jember Bedah Model Keterhubungan Ekologis Generasi Z



Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) memperkuat komitmennya dalam merespons persoalan lingkungan melalui Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Model Keterhubungan Ekologis pada Generasi Z di Indonesia, Selasa (11/8/2026).

Bertempat di Aula Ahmad Zainuri Universitas Muhammadiyah Jember, kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pakar teologi, serta praktisi lingkungan untuk mendiskusikan hasil penelitian mengenai kesadaran ekologis Generasi Z sekaligus membahas strategi mendorong kepedulian terhadap lingkungan agar dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.

Penelitian tersebut melibatkan tim peneliti lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Heru Prakosa, Dr. Johanes Seno Aditya Utama, dan Dr. Nurlaela Widyarini dari Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam pemaparan hasil penelitian, tim peneliti mengungkap bahwa Generasi Z memiliki modal awal yang cukup kuat dalam membangun keterhubungan dengan lingkungan. Kepedulian terhadap alam dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan telah tumbuh di kalangan generasi muda.

Namun, persoalan muncul ketika kesadaran tersebut harus diterjemahkan menjadi perilaku dan aksi ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua peneliti, Dr. Heru Prakosa, menjelaskan bahwa kepedulian ekologis Generasi Z tidak selalu secara otomatis menghasilkan tindakan nyata. Berbagai faktor eksternal, seperti keterbatasan fasilitas, minimnya dukungan sosial, serta belum tersedianya ruang komunitas yang memadai, dapat menjadi penghambat.


Karena itu, perubahan perilaku ekologis tidak cukup hanya dibangun melalui peningkatan pengetahuan. Diperlukan mediator sosial dan ruang praktik yang memungkinkan generasi muda menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan atau habitus dalam kehidupan sehari-hari.

Persoalan tersebut kemudian mendapatkan perspektif praktis dari Zahrotul Jannah, aktivis lingkungan yang hadir sebagai penanggap dalam kegiatan tersebut.

Ia membagikan pengalaman pendampingan gerakan lingkungan yang melibatkan anak muda melalui inisiatif “Besuk Sungai”. Dalam kegiatan tersebut, anak muda diajak melihat secara langsung kondisi sungai yang tercemar, melakukan brand audit terhadap sampah plastik yang ditemukan, hingga mengolah sampah menjadi eco-brick.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan langsung dapat menjadi sarana penting dalam membangun kepedulian lingkungan. Ketika anak muda diberikan ruang, kepercayaan, serta kesempatan untuk mengambil peran, mereka dapat berkembang menjadi penggerak kegiatan lingkungan di komunitasnya.

Diskusi kemudian berkembang pada pentingnya mengintegrasikan pendekatan ekologis dengan nilai budaya dan keagamaan.

Akademisi sejarah lingkungan, Gusti Ngurah Ary Kesuma Puja, mengangkat kembali nilai kearifan lokal Tri Hita Karana yang menekankan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.

Sementara itu, Prof. Fawaizul Umam menyoroti dimensi teologis dalam persoalan lingkungan. Menurut perspektif yang disampaikan dalam diskusi, krisis ekologis tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat dipandang sebagai refleksi dari hubungan manusia dengan nilai-nilai ketuhanan. Karena itu, kepedulian terhadap bumi perlu ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan sosial.


Workshop diseminasi hasil penelitian tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik, pengalaman praktis, kearifan lokal, dan pendekatan teologis dalam melihat persoalan ekologis Generasi Z.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa membangun generasi yang peduli terhadap lingkungan membutuhkan lebih dari sekadar penyampaian pengetahuan. Dukungan lingkungan sosial, ketersediaan fasilitas, komunitas, serta kesempatan untuk terlibat langsung menjadi bagian penting dalam proses perubahan perilaku.

Universitas Muhammadiyah Jember melalui kegiatan tersebut berupaya mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi dapat menjadi dasar pengembangan program dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sinergi antara penelitian, praktik lapangan, nilai budaya, dan pendekatan keagamaan diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi Generasi Z untuk terlibat dalam gerakan lingkungan.

Dengan demikian, generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai kelompok yang memiliki kepedulian terhadap krisis ekologis, tetapi juga sebagai aktor yang mampu mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis di Indonesia.

 

AKURAT : Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ciptakan Aplikasi Pembukuan Tanpa Ribet

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menghadirkan inovasi digital berupa aplikasi pembukuan bernama “Akurat” untuk membantu peternak ayam dalam melakukan pencatatan hasil panen telur. Inovasi tersebut lahir dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap sistem pembukuan peternak yang masih dilakukan secara manual.

Sebelum adanya aplikasi tersebut, pencatatan hasil panen telur dilakukan menggunakan buku tulis. Cara ini dinilai membutuhkan waktu lebih lama dan memiliki risiko terjadinya kesalahan dalam pencatatan maupun perhitungan data. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN untuk mencari solusi yang lebih praktis dan mudah digunakan oleh peternak.

Aplikasi Akurat dirancang sebagai alat bantu pencatatan saat proses panen telur. Melalui aplikasi tersebut, data hasil panen dapat dicatat secara lebih terstruktur sehingga peternak tidak perlu lagi sepenuhnya bergantung pada pencatatan menggunakan buku.

Developer aplikasi Akurat, Bhisrofil, mengatakan ide pengembangan aplikasi tersebut berawal dari survei lapangan yang dilakukan mahasiswa. Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa sistem pencatatan manual masih menjadi salah satu kendala yang dihadapi peternak.

“Aplikasi ini dibuat berdasarkan hasil survei lapangan. Kami melihat peternak masih melakukan pembukuan secara manual, sehingga kami mencoba membuat aplikasi yang bisa memudahkan proses pencatatan,” ujarnya.

Menurut Bhisrofil, proses pengembangan aplikasi tersebut dilakukan selama kurang lebih satu minggu. Dalam perancangannya, mahasiswa berupaya membuat sistem yang sederhana agar dapat digunakan oleh peternak dengan berbagai tingkat pemahaman terhadap teknologi.

Aplikasi tersebut, ucap Bhisrofil, sangat efektif karena hasil panen yang tercatat di aplikasi tesebut otomatis dikoneversi menjadi dokumen dengan format pdf yang memudahkan pengguna untuk melihat data panen tiap harinya. Juga kuantitas yang terdapat pada aplikasi Akurat ini dapat disesuaikan dengan jumlah kandang dan jumlah ayam yang ada.

"Akurat ini simpel karena hasil pembukuan langsung terkonversi jadi file pdf, dan bisa disesuaikan jumlah kandang dan ayamnya" lanjutnya.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari pemilik peternakan, Pak Sudahnan. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran aplikasi Akurat, terutama karena aplikasi tersebut dapat membantu mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pencatatan hasil panen.

Selain dinilai praktis, aplikasi tersebut juga dianggap mudah digunakan oleh pengguna yang belum terbiasa dengan teknologi digital. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengembangan aplikasi agar inovasi yang dihadirkan mahasiswa benar-benar dapat diterapkan dalam aktivitas peternakan sehari-hari.

Pak Sudahnan berharap aplikasi “Akurat” tidak berhenti pada fungsi pencatatan hasil panen telur, tetapi dapat terus dikembangkan dengan fitur tambahan.

“Saya sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Selain bisa meminimalisir kesalahan dalam pencatatan, penggunaannya juga mudah, termasuk bagi yang kurang memahami teknologi. Harapannya, aplikasi ini bisa terus dikembangkan sehingga nantinya dapat membantu pencatatan keuangan juga,” ungkapnya.

Kehadiran aplikasi Akurat menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi sederhana yang dikembangkan mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berdasarkan kebutuhan masyarakat. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak selalu harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari solusi praktis terhadap persoalan yang ditemui secara langsung di lapangan.

Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN-T Unmuh Jember berharap aplikasi Akurat dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga mampu mendukung pengelolaan usaha peternakan yang lebih tertib, efisien, dan akurat.

Senin, 10 Agustus 2026

KKN MAs Kelompok 102 Turun Langsung Bantu Peternak Wiyurejo, dari Memerah Susu hingga Proses di Koperasi

Tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah 'Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 102 Desa Wiyurejo turut merasakan langsung aktivitas warga. Pada Minggu (9/8/2026) sore, mahasiswa turun ke peternakan warga untuk membantu proses pemerahan susu sapi hingga mendampingi penyetoran dan pengolahan susu di koperasi setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengenal sekaligus mendukung potensi ekonomi masyarakat Desa Wiyurejo, khususnya sektor peternakan sapi perah. Di sisi lain, aktivitas ini juga menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai proses produksi susu dari tingkat peternak hingga sebelum didistribusikan.

KKN MAs Kelompok 102 sendiri merupakan bagian dari program pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Gombong, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Sejak sore hari, mahasiswa bersama warga mendatangi salah satu peternakan sapi perah. Kegiatan diawali dengan membersihkan area kandang dan melakukan sterilisasi peralatan yang digunakan dalam proses pemerahan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kualitas susu yang dihasilkan.

Setelah persiapan selesai, mahasiswa turut membantu proses pemerahan susu sapi. Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam aktivitas yang selama ini menjadi bagian dari rutinitas para peternak.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan dan proses produksi susu di tingkat peternak. Terlebih, setiap tahapan membutuhkan perhatian terhadap kebersihan, kondisi ternak, hingga waktu pemerahan.

Usai pemerahan, mahasiswa kemudian mendampingi peternak membawa susu segar menuju koperasi penampungan. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyaksikan rangkaian proses mulai dari penimbangan, pengujian kualitas susu, hingga penyimpanan menggunakan cooling unit dan mesin pengolahan koperasi sebelum susu didistribusikan lebih lanjut.

 

Di sela kegiatan, Huzainul, selaku pihak yang bertanggung jawab dalam peternakan tersebut, turut memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai perawatan dan produktivitas sapi perah.

Menurutnya, produktivitas sapi sangat bergantung pada kondisi dan fase reproduksi ternak. Ia menjelaskan bahwa satu ekor sapi dapat menghasilkan rata-rata 25 liter susu dalam sehari. Namun, ketika sapi memasuki masa kehamilan tertentu, proses pemerahan harus dihentikan.

“Satu ekor sapi di sini bisa menghasilkan rata-rata 25 liter susu per hari. Namun, jika sapi sudah hamil 7 bulan, maka pemerahan harus dihentikan atau dikeringkan. Hal ini sangat penting untuk menjaga kesehatan induk dan memastikan nutrisinya fokus pada perkembangan janin sapi,” tutur Huzainul.

Bagi mahasiswa, penjelasan tersebut menjadi pengetahuan tambahan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas. Interaksi langsung dengan peternak membuat mahasiswa dapat memahami bagaimana pengetahuan dan pengalaman masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha peternakan.

Kehangatan interaksi antara mahasiswa dan keluarga peternak juga semakin terasa sebelum kegiatan berakhir. Sebagai bentuk apresiasi dan kebersamaan, Vina, selaku pemilik peternakan, menyajikan susu segar hasil produksi peternakan dalam tiga varian rasa, yakni susu murni, strawberry, dan coffee.

Sajian tersebut menjadi penutup sederhana namun berkesan bagi mahasiswa setelah mengikuti seluruh rangkaian aktivitas peternakan pada sore itu. Suasana santai sambil menikmati susu segar sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat yang menjadi bagian dari lokasi pengabdian.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAs Kelompok 102 tidak hanya memperoleh pengalaman mengenai sektor peternakan sapi perah, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian warga. Dengan terlibat langsung dalam proses pemerahan hingga pengolahan susu, mahasiswa dapat memahami potensi lokal sekaligus membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat.

Ke depan, KKN MAs Kelompok 102 berharap sinergi lintas kampus PTMA dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Wiyurejo selama masa pengabdian. Khususnya, melalui pengenalan dan penguatan potensi sektor peternakan agar semakin berkembang dan memiliki daya saing.

 

Sabtu, 08 Agustus 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Bantu UMKM Desa Suco Lor Go Digital


Sebanyak 20 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menghadirkan pelatihan digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Suco Lor, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Kamis (30/7/2026).

Bertempat di Aula Balai Desa Suco Lor, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM lokal meningkatkan kemampuan pemasaran di tengah perkembangan teknologi digital. Melalui pemanfaatan media sosial dan platform digital, pelaku usaha didorong agar mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Koordinator Desa KKN-T Kelompok 15, Ilbi Zani, mengatakan program tersebut berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa terhadap berbagai kendala pemasaran yang dihadapi pelaku UMKM di Desa Suco Lor.

"Setelah melihat permasalahan yang ada, kami melaksanakan pelatihan digital marketing sederhana. Kami membantu pelaku UMKM mulai dari membuat banner promosi hingga mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli," jelasnya.

Tidak berhenti pada pemberian materi, mahasiswa juga memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Peserta diajak mempraktikkan teknik pengambilan foto produk menggunakan smartphone, menyusun deskripsi produk yang menarik, hingga memahami pentingnya kemasan dan tampilan visual dalam pemasaran digital.

Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mempromosikan produknya secara mandiri. Kehadiran digital juga dinilai penting agar produk lokal Desa Suco Lor memiliki peluang lebih besar dikenal oleh konsumen di luar wilayah desa.

Kepala Desa Suco Lor, Abas Rian Santoso Alamin, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN Unmuh Jember yang menurutnya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Harapannya, program yang ada bisa terus dilanjutkan dan dikembangkan secara berkelanjutan, serta tetap dipantau meskipun masa KKN telah selesai. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelaku UMKM di Desa Suco Lor. Jika dilihat dari sisi sosial, kinerjanya sudah sangat baik dan dampaknya benar-benar tampak di masyarakat," ujarnya.

Apresiasi juga datang dari pelaku UMKM Desa Suco Lor. Bu Nur, salah seorang pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan, mengaku terbantu dengan pendampingan mahasiswa, khususnya dalam pembuatan media promosi usaha.

"Bulan lalu sebenarnya saya ada rencana bikin banner dengan anak saya. Tapi alhamdulillah, dengan bantuan dari mahasiswa KKN, keinginan itu akhirnya bisa terwujud. Kami merasa sangat terbantu dan dimudahkan. Kehadiran adik-adik KKN di sini benar-benar membuktikan kerja nyata mereka di tengah masyarakat, dan kami sangat senang dengan adanya anak KKN," tuturnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa KKN juga melakukan pemasangan banner promosi pada salah satu usaha milik warga. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk implementasi langsung dari materi yang diberikan sekaligus upaya meningkatkan visibilitas usaha di lingkungan sekitar.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Kelompok 15 Unmuh Jember tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan yang sederhana dan sesuai kebutuhan warga, mahasiswa berharap pelaku UMKM Desa Suco Lor semakin siap memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal.

 

Belajar Cinta Lingkungan Lewat Ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember Ajak Siswa SDN 1 Mengen Berkarya


Belajar mencintai lingkungan tidak selalu harus dilakukan melalui teori di dalam kelas. Mahasiswa KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan pengalaman belajar kreatif melalui kegiatan edukasi ecoprint bagi siswa SDN 1 Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (29/7/2026).

Puluhan siswa diajak memanfaatkan berbagai jenis daun di lingkungan sekitar sebagai bahan alami untuk menciptakan motif pada totebag putih. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa sekaligus sarana mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini.

Suasana belajar pun terasa berbeda. Para siswa tampak antusias memilih dan menyusun berbagai bentuk daun di atas totebag. Mereka bebas mengeksplorasi susunan daun untuk menghasilkan motif yang berbeda-beda sebelum mencetaknya menjadi karya.

Secara sederhana, ecoprint merupakan teknik membuat motif dengan memanfaatkan pigmen alami dari daun, bunga, maupun bagian tumbuhan lainnya tanpa menggunakan pewarna kimia sintetis. Selain menghasilkan karya yang unik, teknik tersebut juga menjadi media pembelajaran yang memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Koordinator KKN Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, menjelaskan bahwa pemilihan ecoprint tidak terlepas dari kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang memiliki beragam jenis tanaman.

“Kami memiliki program kerja untuk adik-adik SDN 1 Mengen yaitu ecoprint, yang bertujuan memanfaatkan alam sekitar, seperti daun-daun yang ada di lingkungan sini. Kami ingin melihat bagaimana adik-adik dapat belajar dan berkarya melalui kegiatan ecoprint,” ujarnya.

Sebelum praktik dimulai, mahasiswa KKN terlebih dahulu memberikan pengenalan mengenai pengertian ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan, jenis daun yang dapat digunakan, hingga tahapan pembuatannya.

Setelah itu, siswa langsung mempraktikkan proses penyusunan daun di atas totebag putih. Dari tangan-tangan kecil tersebut, berbagai bentuk dan susunan daun kemudian menghasilkan motif alami yang berbeda pada setiap karya. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba beragam komposisi untuk menciptakan motif yang mereka sukai.

Lebih dari sekadar membuat kerajinan, kegiatan ini dirancang untuk menghubungkan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Siswa diperkenalkan pada alternatif pembuatan karya seni menggunakan bahan alami sekaligus diajak memahami pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan.

Guru Kelas IIIA SDN 1 Mengen, Indra Manto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, ecoprint sejalan dengan upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Saya sangat berterima kasih dan mendukung kegiatan ini karena sangat selaras dengan program sekolah untuk mengurangi sampah atau limbah plastik di lingkungan sekolah. Dengan adanya ecoprint, selain siswa mengenal cara membuat batik, mereka juga mendapatkan edukasi tentang batik yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. Menurutnya, kegiatan kreatif berbasis lingkungan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ecoprint, KKN Kelompok 05 Unmuh Jember tidak hanya menghadirkan aktivitas kreatif bagi siswa, tetapi juga membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan melalui hal-hal sederhana.

Dari selembar totebag dan daun yang tumbuh di sekitar sekolah, para siswa belajar bahwa alam bukan hanya sesuatu yang perlu dijaga, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk berkarya. Program ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan mencintai lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

 

KKN Tematik Kelompok 05 Unmuh Jember Dorong UMKM Desa Mengen Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan program pemberdayaan UMKM melalui pelatihan konten media sosial, penguatan branding usaha, hingga digitalisasi lokasi penjualan di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dirancang tidak sekadar memberikan materi, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM. Mahasiswa membantu pelaku usaha membangun identitas bisnis yang lebih profesional sekaligus mengenalkan strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Program dilaksanakan di dua lokasi, yakni kediaman Ibu Murtini dan Bapak Ramli di Dusun Mengen Utara serta kediaman Ibu Khosniati di Dusun Mengen Barat. Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Kepala Dusun Mengen Barat, Sutrisno, yang hadir meninjau secara langsung pelaksanaan program.

Salah satu fokus utama program adalah penguatan branding. Para mahasiswa KKN tidak hanya menjelaskan pentingnya identitas usaha, tetapi turut membantu menghasilkan sejumlah kebutuhan visual bagi pelaku UMKM.

Setiap pelaku usaha memperoleh logo, banner, dan stiker kemasan yang dirancang menyesuaikan karakteristik usaha masing-masing. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan citra produk sekaligus memberikan nilai tambah ketika produk berhadapan dengan konsumen.

Koordinator KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember, Asep Tumpak Sundara, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Melalui program ini kami ingin membantu pelaku UMKM agar memiliki identitas usaha yang lebih kuat, mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, serta lebih mudah ditemukan masyarakat melalui digitalisasi lokasi usaha. Harapannya, usaha mereka dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik di era digital,” ujarnya.

Digitalisasi juga dilakukan dengan membantu membuat titik lokasi usaha pada Google Maps. Dengan adanya lokasi digital tersebut, masyarakat maupun calon pelanggan dari luar daerah dapat lebih mudah menemukan tempat usaha.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas sekaligus membuka peluang bagi UMKM Desa Mengen untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tak berhenti pada digitalisasi lokasi, mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial. Para pelaku UMKM mendapatkan penjelasan mengenai cara mengambil foto dan video produk yang menarik, menyusun materi promosi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi langsung. Para pelaku UMKM dapat berkonsultasi mengenai strategi promosi yang sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing sehingga materi yang diberikan lebih mudah diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Program tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya branding dan pemasaran digital.

Keberadaan logo, banner, stiker kemasan, serta lokasi usaha di Google Maps dinilai memberikan identitas baru sekaligus membuat usaha terlihat lebih profesional.

Salah satu pelaku UMKM, Ibu Tin, mengapresiasi pendampingan yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan baru tentang bagaimana memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk.


“Kami sangat senang dan terbantu dengan pendampingan yang diberikan. Sekarang usaha kami memiliki logo, banner, dan lokasi di Google Maps. Kami juga mendapat ilmu baru tentang cara mempromosikan produk melalui media sosial sehingga lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” tuturnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Jember berupaya menghadirkan pengabdian yang tidak berhenti pada pemberian materi. Pendampingan dilakukan dengan memberikan perangkat branding sekaligus keterampilan yang dapat digunakan pelaku UMKM secara mandiri.

Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Mengen untuk semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan pemanfaatan teknologi secara berkelanjutan, produk-produk lokal Desa Mengen diharapkan semakin dikenal masyarakat luas dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

 

Connect