Minggu, 17 Mei 2026

Dua Mahasiswa Unmuh Jember Terlibat dalam Proyek Ketangguhan Bencana PMI dan JRCS Jepang

Komitmen mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) dalam bidang kemanusiaan kembali terlihat melalui keterlibatan dua mahasiswa dalam program School Community Resilience Project (SCR) yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bekerja sama dengan Japanese Red Cross Society (JRCS) Jepang.

Program ini diawali dengan kegiatan Pelatihan Dasar Disaster Risk Reduction (DRR) dan Enhanced Vulnerability Capacity Assessment (EVCA) yang berlangsung selama empat hari, pada 16–20 Januari 2025, di Hotel Safari Jember. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek kolaborasi jangka panjang yang dirancang berjalan selama kurang lebih tiga tahun, mulai awal 2025 hingga 2027.

Pelatihan ini diikuti oleh 20 staf dan relawan PMI Kabupaten Jember, termasuk dua mahasiswa Unmuh Jember yang menjadi perwakilan dari KSR (Korps Sukarela) PMI Unit Unmuh Jember, yakni Lutfiah Indah Fardiyatin, mahasiswa Program Studi PGPAUD, dan Nur Alfiah, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Keterlibatan keduanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, khususnya di wilayah pesisir selatan Jember yang memiliki potensi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Program SCR sendiri akan difokuskan di wilayah Kecamatan Puger dan Gumukmas, dua kawasan pesisir selatan Jember yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam.

Saat itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Dr. Muhammad Thamrin, S.E., M.M., menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal teori kebencanaan, tetapi juga membentuk karakter relawan yang tangguh dan siap terjun langsung ke masyarakat.

Menurutnya, relawan harus memiliki rasa percaya diri, komunikasi yang efektif, serta militansi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Sementara itu, Weni Catur selaku Koordinator School and Community Resilience (SCR) menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman teknis yang mendalam sebelum menjalankan pendampingan di lapangan.

Berbagai materi diberikan oleh fasilitator dari PMI Pusat, PMI Jawa Timur, PMI Kabupaten Jember, serta JRCS Jepang. Materi tersebut meliputi pengelolaan bencana, kesiapsiagaan, tanggap darurat, satuan pendidikan aman bencana, hingga kajian risiko.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi lapangan, pelatihan teknik komunikasi, serta koordinasi respons kebencanaan agar mampu menjalankan tugas secara efektif saat berhadapan langsung dengan masyarakat.

Bagi Lutfiah dan Nur Alfiah, keterlibatan dalam proyek internasional ini menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memperluas wawasan kebencanaan, tetapi juga mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengabdian sosial sebagai mahasiswa.

Melalui program ini, Unmuh Jember menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan di ruang akademik, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial dan kemanusiaan. Keterlibatan dalam School Community Resilience Project menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan kebencanaan di masa depan.

 

Selasa, 12 Mei 2026

Mahasiswa KKN Kenalkan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Tanaman Herbal Berkhasiat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan penyuluhan mengenai pemanfaatan daun kelor kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya tanaman herbal bagi kesehatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat daun kelor yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal. Daun kelor atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan maronggi merupakan tanaman tropis yang kaya akan kandungan nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin C, zat besi, kalsium, kalium, dan magnesium.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan tekanan darah tinggi, mengontrol gula darah dan kolesterol, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan tulang, serta membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu menyusui.

Selain itu, daun kelor juga mengandung antioksidan tinggi seperti flavonoid, polifenol, dan asam klorogenik yang berfungsi melawan radikal bebas serta membantu mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan mengenai cara pengolahan daun kelor agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, seperti diolah menjadi sayur bening, teh herbal, serbuk daun kelor, hingga jamu tradisional. Dengan pengolahan yang tepat, manfaat daun kelor dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari warga karena dinilai memberikan pengetahuan baru tentang tanaman herbal yang murah, mudah didapat, dan memiliki manfaat besar bagi kesehatan keluarga. Warga juga merasa terbantu dengan adanya informasi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai alternatif pengobatan alami.

Namun demikian, mahasiswa juga mengingatkan agar konsumsi daun kelor tidak berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan lambung. Khusus bagi ibu hamil, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan karena terdapat senyawa tertentu yang dapat memicu kontraksi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar lingkungan mereka, serta menjadikan daun kelor sebagai salah satu solusi alami untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup sehari-hari.

 

Senin, 11 Mei 2026

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Ajak Warga Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Hiasan Kreatif

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah plastik menjadi berbagai hiasan kreatif bagi masyarakat Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna serta memiliki nilai ekonomi.

Di lingkungan masyarakat, sampah plastik seperti botol bekas, kantong plastik, dan kemasan makanan sering kali menumpuk dan sulit terurai. Kondisi tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Melalui program ini, mahasiswa KKN mengajak warga untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi berbagai hiasan menarik seperti bunga hias, tempat pensil, gantungan dinding, vas bunga, hingga dekorasi rumah lainnya.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta remaja Desa Selogudig Kulon. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan penjelasan mengenai cara memilah sampah plastik yang masih dapat digunakan, membersihkan bahan, hingga langkah-langkah membuat hiasan sederhana dari barang bekas.

Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain botol plastik bekas, gunting, lem, pita, cat warna, serta berbagai kemasan plastik lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus keterampilan dalam membuat kerajinan tangan yang menarik dan bermanfaat. Hasil karya yang dibuat bersama memiliki nilai guna karena dapat digunakan sebagai hiasan rumah maupun dijadikan peluang usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga.

Program pemanfaatan sampah plastik ini mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Selogudig Kulon. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan masyarakat semakin kreatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang sampah.

 


Rabu, 06 Mei 2026

Dosen Unmuh Jember Dorong Transformasi Pembelajaran Digital melalui Integrasi AI di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang

Upaya mendorong transformasi digital di dunia pendidikan terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Transformasi Pembelajaran Digital: Integrasi AI Code Generator dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif di SMA Muhammadiyah 1 Lumajang.

Kegiatan yang dipimpin oleh Syahrul Mubaroq, M.Pd. ini dilaksanakan pada 16 Desember 2025 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya AI Code Generator, untuk menciptakan media pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 18 guru dari berbagai mata pelajaran mengikuti pelatihan intensif yang mencakup pengenalan konsep AI, teknik penyusunan perintah (prompt), hingga praktik langsung pembuatan media berbasis HTML, CSS, dan JavaScript melalui platform Canva Code.

“Selama ini banyak guru sudah mengenal Canva, tetapi belum memanfaatkan fitur lanjutannya seperti AI Code Generator. Padahal teknologi ini bisa membantu membuat media interaktif tanpa harus menguasai coding secara mendalam,” ujar Syahrul dalam keterangannya.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan teknis, hingga evaluasi hasil. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga menghasilkan produk nyata berupa media pembelajaran interaktif seperti kuis otomatis, simulasi pembelajaran, hingga game edukatif sederhana.

Hasilnya cukup signifikan. Sebanyak 16 guru mampu secara mandiri menghasilkan media interaktif berbasis AI, sementara dua lainnya mampu menyelesaikan produk dengan pendampingan. Secara keseluruhan, tercipta 18 produk media pembelajaran yang siap digunakan di kelas.

Tidak hanya berdampak pada keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengubah pola pikir guru terhadap teknologi. AI yang sebelumnya dianggap rumit kini dipandang sebagai “asisten pedagogis” yang membantu mempercepat proses pembuatan materi ajar.

“Kami jadi lebih percaya diri. Ternyata membuat media interaktif tidak sesulit yang dibayangkan jika memanfaatkan AI,” ungkap salah satu guru peserta.

Selain itu, program ini juga mendorong terbentuknya budaya kolaboratif antar guru serta lahirnya repositori digital sekolah yang berisi kumpulan media pembelajaran interaktif. Repositori ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan.

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah 1 Lumajang menyambut baik kegiatan ini dan berharap pelatihan serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih mendalam.

Program ini sejalan dengan upaya pengembangan pendidikan di era Society 5.0, di mana integrasi teknologi seperti AI menjadi kunci dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui inovasi berbasis teknologi.

Gerakan Menanam Seribu Pohon di TK DWP 3 Banyuputih: Wujud Nyata Peduli Lingkungan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan Gerakan Menanam Seribu Pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di TK DWP 3 Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, pada Minggu (4/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, karang taruna, guru, serta masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam proses penanaman pohon di berbagai titik strategis lingkungan desa.

Program penanaman seribu pohon ini dilatarbelakangi oleh kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan kualitas, seperti berkurangnya ruang hijau, meningkatnya suhu udara, serta potensi terjadinya bencana alam seperti banjir dan longsor. Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama masyarakat berinisiatif melakukan aksi nyata penghijauan sebagai langkah preventif dan berkelanjutan.

Jenis pohon yang ditanam antara lain pohon sengon, mahoni, dan trembesi yang dikenal memiliki manfaat ekologis tinggi, seperti menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, menjaga kesuburan tanah, serta memperbaiki struktur lingkungan sekitar.

Penanaman dilakukan di beberapa lokasi penting seperti pinggir jalan desa, lahan kosong, serta area sekitar aliran sungai yang membutuhkan penghijauan agar lebih aman dari ancaman erosi dan longsor.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penghijauan serta cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Setelah itu, mahasiswa KKN memandu warga untuk melakukan praktik langsung penanaman pohon.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mulai dari proses penggalian tanah, penanaman bibit, hingga penyiraman awal dilakukan secara gotong royong dengan penuh semangat kebersamaan.

Salah satu perangkat desa menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program penghijauan ini juga sejalan dengan berbagai hasil penelitian yang menunjukkan pentingnya penanaman pohon bagi keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan kajian dari Food and Agriculture Organization (FAO), penanaman pohon mampu mengurangi emisi karbon dan membantu mitigasi perubahan iklim.

Selain itu, penelitian oleh Nowak dkk. dalam jurnal Environmental Pollution menyebutkan bahwa pohon di lingkungan perkotaan maupun pedesaan mampu menyerap polutan udara dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Sementara itu, penelitian Chazdon dalam jurnal Science menjelaskan bahwa reforestasi atau penanaman kembali pohon dapat mempercepat pemulihan ekosistem yang rusak dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang.

Hal tersebut membuktikan bahwa kegiatan sederhana seperti menanam pohon memiliki dampak besar bagi keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian lingkungan.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap program ini menjadi langkah awal dalam menciptakan desa yang lebih hijau, sehat, sejuk, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN Unmuh Jember Gelar Pelatihan Pembuatan Kerupuk Udang Bersama Warga Desa Kwanyar Barat

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kerupuk udang bersama masyarakat Desa Kwanyar Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan kerupuk udang sebagai salah satu olahan hasil laut yang memiliki nilai jual tinggi dan berpotensi menjadi produk unggulan desa.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan hasil laut, khususnya udang, agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Proses pembuatan dimulai dari tahap pembersihan udang segar yang kemudian dihaluskan. Setelah itu, udang dicampurkan dengan tepung tapioka, bawang putih, garam, serta beberapa bumbu tambahan lainnya hingga membentuk adonan yang merata.

Adonan yang telah siap kemudian dibentuk memanjang menyerupai lontongan, lalu dikukus hingga matang. Setelah proses pengukusan selesai dan adonan dingin, adonan dipotong tipis-tipis agar menghasilkan bentuk kerupuk yang sempurna saat digoreng.

Tahap selanjutnya adalah proses penjemuran di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Kerupuk yang sudah kering kemudian siap digoreng menggunakan pasir laut yang telah disterilkan atau dapat langsung dikemas untuk dipasarkan sebagai produk rumahan.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan, tetapi juga memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis potensi lokal.

“Kerupuk udang ini memiliki peluang usaha yang cukup besar karena bahan bakunya mudah didapat di daerah pesisir. Harapannya, masyarakat bisa menjadikannya sebagai usaha rumahan yang berkelanjutan,” ujar salah satu mahasiswa KKN.

Warga Desa Kwanyar Barat menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat nyata, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan keluarga melalui usaha kecil menengah.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pelatihan ini, diharapkan kerupuk udang dapat berkembang menjadi salah satu produk khas Desa Kwanyar Barat sekaligus menjadi ciri khas kuliner Madura yang memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember berharap kegiatan sederhana ini dapat menjadi langkah awal lahirnya usaha rumahan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

 


Senin, 04 Mei 2026

Peran Orang Tua Sebagai Guru di Rumah dalam Program KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Sukseskan Pentas Seni Budaya TK 'Aisyiyah 36 PPI

 

Aula Nyai Walidah TK ‘Aisyiyah 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) tampak semarak dan penuh warna pada Kamis (16/4/2026). Sekolah yang dikenal aktif dalam pengembangan karakter anak ini sukses menggelar acara Pentas Seni Budaya bertajuk “Serunya Bermain Alat Musik dan Tampilan Kreasi Budaya Indonesia”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember yang berkolaborasi dengan pihak sekolah dan para wali murid dalam mendukung pendidikan anak usia dini berbasis budaya.

Acara dibuka secara langsung oleh Kurniawati, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember yang bertindak sebagai pembawa acara (MC). Kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari siswa, guru, mahasiswa KKN, dan orang tua murid.

Di balik penampilan anak-anak yang penuh percaya diri di atas panggung, terdapat peran besar orang tua yang bertindak sebagai guru di rumah. Mereka mendampingi anak-anak dalam proses latihan, membantu menghafal lagu daerah, melatih gerakan tari, serta menyiapkan kostum dan busana adat yang dikenakan saat tampil.

Kolaborasi antara sekolah dan keluarga ini menjadi kunci keberhasilan acara, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga sangat bergantung pada keterlibatan aktif orang tua di rumah.

Berbagai penampilan budaya dari masing-masing kelompok belajar turut memeriahkan acara. Setiap kelompok menampilkan kreativitas melalui lagu daerah, tarian tradisional, dan permainan alat musik yang menarik.

Penampilan dibuka oleh kelompok A1 Bintang Kecil yang membawakan kreasi lagu dan tarian “Rasa Sayange”. Suasana semakin hidup saat kelompok A2 Matahari Pagi tampil membawakan gerak lagu tradisional “Cublak-Cublak Suweng” dengan kompak dan ceria.

Selanjutnya, kelompok B1 Pelangi Ceria menampilkan lagu daerah “Ampar-Ampar Pisang” dengan penuh semangat. Dilanjutkan oleh kelompok B2 Awan Biru yang membawakan tembang “Lir-Ilir” dengan penghayatan yang mendalam.

Sebagai penutup, kelompok B3 Bulan Sabit tampil apik membawakan lagu “Gundul-Gundul Pacul” yang diiringi permainan alat musik angklung, menambah kesan meriah dan membanggakan.

Salah satu wali murid dari kelompok B1 Pelangi Ceria, Zuliani Rizkiyah, ibunda dari Unna Meccalia Rein, menyampaikan rasa senangnya melihat kekompakan semua pihak dalam menyukseskan acara tersebut.

“Acaranya sangat meriah dan seru. Anak-anak terlihat sangat ceria dan percaya diri bisa tampil di depan banyak orang. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Saya juga merasakan bagaimana tidak mudahnya mengajari anak menyanyi, menari, dan menyiapkan busana mereka di rumah,” ujarnya.

Mahasiswa KKN RPL dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jember juga mengungkapkan rasa bangga terhadap semangat dan kreativitas anak-anak.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak hari ini. Persiapan yang dilakukan bersama para guru dan orang tua membuahkan hasil yang luar biasa. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian tampil di depan umum, tetapi juga menjadi sarana yang sangat baik untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya tradisional sejak dini,” ungkap Kurniawati.

Penanggung Jawab (PJ) Kurikulum TK Aisyiyah 36 PPI, Endang Khusniati, turut menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni budaya menjadi salah satu sarana penting dalam pembentukan karakter anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar seni musik dan lagu daerah, tetapi juga melatih keberanian serta rasa percaya diri mereka tampil di depan umum. Sinergi antara sekolah, mahasiswa KKN, dan wali murid yang aktif melatih anak-anak di rumah sangat luar biasa. Ini sejalan dengan visi kurikulum kami dalam membentuk karakter anak yang kreatif dan cinta tanah air,” jelasnya.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, mahasiswa KKN, dan wali murid. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan keberhasilan kolaborasi dalam menanamkan rasa cinta budaya bangsa sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam mendukung pendidikan karakter anak melalui pendekatan budaya, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Kolaborasi Mahasiswa RPL Unmuh Jember dan TK Aisyiyah 36 PPI Gelar Edukasi Gentle Parenting

 

Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember sukses menyelenggarakan edukasi parenting bertajuk Gentle Parenting di Aula Nyai Walidah TK Aisyiyah 36 PPI (TK ABA 36 PPI), Jalan Sawit No. 4, Kabupaten Gresik, Kamis (29/4/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya pendekatan pengasuhan yang empatik, suportif, dan penuh kasih sayang dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Program ini diinisiasi sebagai bentuk respons mahasiswa RPL yang menjalankan KKN sekaligus mengajar di TK ABA 36 PPI terhadap tantangan yang ditemui di lingkungan sekolah, khususnya masih kurangnya rasa empati anak terhadap orang lain dalam interaksi sehari-hari.

Acara dibuka oleh Ninik Nuryani selaku pembawa acara (MC), sementara Kurniawati bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya diskusi secara interaktif dan komunikatif.

Hadir sebagai narasumber utama, Ika Famila Sari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan konselor sekolah di SMA Muhammadiyah 10 GKB (SMAMIO) sekaligus Kepala Pusat Layanan Psikologi dan Konseling (PLPK) SMAMIO.

Dalam pemaparannya, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa pola asuh merupakan cara orang tua dalam mengontrol, membimbing, dan mendampingi anak untuk menjalankan tugas-tugas perkembangannya menuju proses pendewasaan.

Ia menekankan bahwa Gentle Parenting bukan berarti memanjakan anak, melainkan membangun hubungan yang sehat melalui empati, komunikasi, dan batasan yang jelas.

Empat prinsip utama Gentle Parenting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut meliputi:

1. Empati
Orang tua perlu memahami dan merasakan apa yang dirasakan anak serta berusaha melihat dunia dari sudut pandang mereka.

2. Rasa Hormat dan Komunikasi Dua Arah
Menghargai anak sebagai individu yang unik, mendengarkan mereka dengan penuh perhatian, dan memvalidasi perasaan anak tanpa menghakimi.

3. Batasan yang Tegas
Mendisiplinkan anak dengan cara yang lembut namun tetap konsisten, serta menjelaskan alasan di balik aturan yang dibuat.

4. Mengelola Emosi Diri
Orang tua harus mampu menjaga kestabilan emosi sebelum menghadapi anak, termasuk mengelola stres dan membangun kesepakatan bersama pasangan.

Sesi diskusi interaktif menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Salah satu wali murid, Sinta Permani, orang tua dari Kautsar Putra Rosada siswa kelas B3 Bulan Sabit, mengajukan pertanyaan mengenai batasan usia penerapan pola asuh tersebut.

“Pada usia berapa penerapan ini dilakukan?” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ika Famila Sari menjelaskan bahwa Gentle Parenting dapat diterapkan sejak dini sesuai perkembangan emosi anak, dengan catatan orang tua harus menyesuaikan cara berkomunikasi pada setiap fase usia.

Ia juga menambahkan bahwa ketika anak sedang tantrum, orang tua sebaiknya memberi ruang terlebih dahulu bagi anak untuk mengekspresikan emosinya, kemudian mengajak berdiskusi setelah kondisi anak lebih tenang.

“Membangun koneksi dengan anak sejak usia dini adalah fondasi penting agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berempati dan memiliki kecerdasan emosi yang matang,” ujarnya.

Sebagai penutup sesi diskusi, moderator menyampaikan pesan penting kepada seluruh peserta bahwa memvalidasi perasaan anak tidak akan membuat mereka manja, melainkan membuat mereka merasa aman dan dihargai.

“Kunci utamanya adalah membangun koneksi terlebih dahulu sebelum memberikan koreksi,” jelasnya.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., turut memberikan apresiasi atas kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember tersebut.

“Edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan orang tua masa kini dalam membangun komunikasi yang hangat dan mendukung perkembangan emosional anak secara positif, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah,” ujarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, edukatif, dan penuh antusiasme dari para wali murid. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa KKN, panitia, serta seluruh peserta yang hadir.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pendidikan anak usia dini, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penguatan peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter anak.

Mahasiswa KKN Gelar Program Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim di Kediri

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program sosial bertajuk “Tabungan Berkelanjutan untuk Anak Yatim” di Dusun Babatan, Desa Puhjarak, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Jumat (24/04/2026).

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat.

Kegiatan ini berfokus pada pemberdayaan anak-anak yatim melalui sistem tabungan yang dikelola secara berkelanjutan. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan kelompok pengajian Al Mubarok serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai donatur dan pendukung utama.

Ketua pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi kepada anak-anak yatim, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial serta edukasi keuangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga belajar menabung dan mengelola keuangan secara sederhana agar mereka memiliki bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme iuran sukarela dari anggota pengajian dan masyarakat sekitar, baik secara mingguan maupun bulanan. Dana yang terkumpul dicatat secara transparan dan dialokasikan ke dalam tabungan masing-masing anak yatim sesuai dengan kesepakatan bersama.

Selain pengumpulan dana, mahasiswa KKN juga memberikan pendampingan secara langsung kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung, mengatur kebutuhan, serta memahami nilai tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan sederhana.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam pengumpulan dana, dukungan moral, serta semangat untuk menjaga keberlanjutan program meskipun masa KKN nantinya telah selesai.

Salah satu anggota pengajian Al Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu anak-anak yatim secara finansial, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan antarwarga.

“Kami merasa program ini sangat baik karena bisa membantu anak-anak yatim sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan kami,” ungkapnya.

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan dana pada tahap awal serta belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya program sosial yang berkelanjutan.

Namun, melalui evaluasi rutin, komunikasi yang baik, dan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, serta kelompok pengajian, program ini dapat berjalan dengan lancar dan terus berkembang.

Dampak positif dari kegiatan ini mulai dirasakan oleh anak-anak yatim maupun masyarakat sekitar. Selain membantu memenuhi kebutuhan finansial anak-anak, program ini juga menumbuhkan budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Mahasiswa KKN berharap program tabungan berkelanjutan ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengurus pengajian setelah masa KKN berakhir. Dengan keberlanjutan tersebut, manfaat yang diberikan diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menjalankan program serupa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga melalui program berkelanjutan yang mampu menciptakan perubahan nyata bagi masa depan generasi muda.

 

Edukasi Bahaya Merokok dan Pencegahan HIV/AIDS: Mahasiswa KKN Unmuh Jember Sasar Gen Z

 


Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan generasi muda, kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) menggelar sosialisasi bertajuk “Bahaya Merokok dan HIV/AIDS bagi Gen Z” di salah satu balai pertemuan warga dengan menghadirkan narasumber dari bidang kesehatan.

Kegiatan ini ditujukan kepada kalangan remaja atau Generasi Z sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya merokok serta pentingnya pencegahan HIV/AIDS. Di tengah perkembangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, edukasi kesehatan dinilai menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN menilai bahwa masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan merokok dan perilaku berisiko lainnya. Oleh karena itu, pemberian informasi yang tepat dan akurat menjadi sangat penting agar remaja mampu mengambil keputusan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa rokok sering kali menjadi pintu masuk bagi gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain berdampak buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung, kebiasaan merokok juga dapat memicu ketergantungan serta membuka peluang terhadap perilaku adiktif lainnya.

Sementara itu, edukasi mengenai HIV/AIDS difokuskan pada pemahaman tentang cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Peserta diajak memahami bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat perlu membangun lingkungan yang suportif namun tetap waspada.

Kegiatan yang dihadiri oleh belasan remaja setempat ini berlangsung dengan suasana santai namun tetap edukatif. Materi disampaikan menggunakan media visual seperti poster dan flipchart agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Tidak hanya mendengarkan materi, para peserta juga diajak berdialog secara aktif mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menghindari pengaruh negatif lingkungan. Diskusi ini menjadi ruang terbuka bagi remaja untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, dan keresahan mereka secara langsung.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul selama sesi berlangsung. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap isu kesehatan yang selama ini sering dianggap sensitif namun sangat penting untuk dipahami.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk menjauhi rokok dan perilaku berisiko. Menariknya, para peserta dan penyelenggara melakukan pose tangan membentuk huruf “X” sebagai simbol gerakan “Say No to Smoking and Drugs”.

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sosialisasi semata. Para remaja yang hadir diharapkan dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap para remaja yang hadir hari ini dapat menjadi contoh bagi teman sebaya mereka untuk berani mengatakan tidak pada rokok dan lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya dalam membangun kesadaran sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi penentu masa depan bangsa.

 


Mahasiswa Profesi Ners Unmuh Jember Gelar KOBRA SEHAT untuk Kendalikan Tekanan Darah Masyarakat

 

Mahasiswa Profesi Ners A16 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan implementasi keperawatan komunitas melalui kegiatan bertajuk KOBRA SEHAT: Kreasi Olahan Buah dan Sayur Sehat untuk Kendalikan Tekanan Darah pada Senin (16/2/2026) pukul 07.30 WIB di Balai Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember.

Kegiatan ini menyasar kader kesehatan, masyarakat dewasa, serta kelompok lansia di Desa Rambigundam sebagai upaya promotif dan preventif dalam mengatasi tingginya kasus hipertensi yang masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa Profesi Ners berupaya memberikan edukasi mengenai pentingnya pengaturan pola makan, pemilihan bahan pangan sehat, serta aktivitas fisik yang teratur untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Hipertensi yang sering disebut sebagai silent killer menjadi perhatian utama karena dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, serta sambutan dari Ketua Panitia, dosen pembimbing, dan Kepala Desa Rambigundam.

Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat, khususnya dalam pengendalian tekanan darah melalui konsumsi makanan bergizi dan aktivitas fisik yang cukup.

Salah satu kegiatan utama dalam acara ini adalah demonstrasi produk olahan buah dan sayur sehat yang dilakukan oleh para kader kesehatan. Para peserta menampilkan berbagai kreasi menu sehat berbahan dasar pangan lokal seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, dan bahan alami lainnya yang kaya serat, vitamin, serta mineral.

Olahan tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam membantu mengontrol tekanan darah serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. Penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari tenaga kesehatan wilayah serta dosen pembimbing dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember.

Setelah sesi demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian hadiah kepada peserta dengan kreasi terbaik. Momen ini menjadi bentuk apresiasi atas kreativitas kader kesehatan dalam mengolah makanan sehat yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Selain edukasi pangan sehat, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan meliputi pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai bentuk skrining awal bagi kelompok masyarakat yang berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai cara sederhana menjaga tekanan darah tetap stabil melalui perubahan pola makan sehari-hari.

Mereka juga merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang dapat menjadi langkah awal dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Melalui kegiatan KOBRA SEHAT ini, mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Jember berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, serta pemeriksaan kesehatan rutin.

Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan sehingga dapat mencegah komplikasi akibat hipertensi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Rambigundam.

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Dampingi Seni Tari untuk Hubbul Qur’an dan Pentas Seni di KB Dian Sacharin

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan pendampingan seni tari bagi peserta didik KB Dian Sacharin, Kecamatan Besuki, sebagai persiapan acara Hubbul Qur’an dan pentas seni yang berlangsung pada 3 Mei 2026.

Kegiatan ini telah dimulai sejak 20 Maret 2026 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari setelah jam pelajaran selesai. Pendampingan dilakukan dengan tujuan mengenalkan seni tari kepada anak sejak usia dini sekaligus melatih kemampuan motorik halus, koordinasi gerak, serta rasa percaya diri anak saat tampil di depan umum.

Seni tari menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini karena tidak hanya melatih gerakan tubuh, tetapi juga membantu perkembangan emosional, sosial, dan kreativitas anak. Melalui gerakan tari yang terarah, anak-anak belajar mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, serta mengekspresikan diri dengan cara yang menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN mendampingi peserta didik secara langsung saat latihan tari. Setiap sesi dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar selesai agar tidak mengganggu proses pembelajaran utama di kelas. Anak-anak diajak berlatih secara bertahap mulai dari pengenalan gerakan dasar, penghafalan formasi, hingga penyelarasan gerakan dengan irama musik.

Suasana latihan berlangsung penuh semangat dan antusias. Para peserta didik terlihat senang mengikuti setiap gerakan yang diajarkan. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan tidak merasa terbebani.

Selain sebagai persiapan pentas seni, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter anak. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keberanian tampil di depan banyak orang. Hal ini sangat penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan pendampingan ini karena memberikan pengalaman baru yang positif bagi peserta didik. Guru-guru juga turut mendukung proses latihan agar penampilan anak-anak dalam acara Hubbul Qur’an dan pentas seni dapat berjalan maksimal.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak, khususnya dalam mengenalkan seni sebagai bagian dari pendidikan karakter sejak dini. Melalui seni tari, anak-anak tidak hanya belajar bergerak, tetapi juga belajar percaya diri dan bekerja sama.

Pendampingan seni tari di KB Dian Sacharin ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini melalui kegiatan kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

 

Mahasiswa KKN RPL PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember Tanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah

 

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember, Lathifatul Azizah (NIM 2510274151), melaksanakan program edukatif bertajuk “Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini” di KB Anak Sholeh Aisyiyah Besuki pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia dini melalui pembiasaan yang menyenangkan, terarah, dan melibatkan peran aktif orang tua. Program ini juga menghadirkan Ustadzah Ica sebagai pembimbing utama dalam proses pembelajaran tahfidz dan pengenalan Al-Qur’an kepada anak-anak.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam perlu dikenalkan sejak dini agar anak-anak terbiasa membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses pembiasaan yang konsisten dan menyenangkan.

KB Anak Sholeh Aisyiyah sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan ‘Aisyiyah memiliki komitmen kuat dalam membentuk generasi yang religius dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk mendukung perkembangan spiritual anak melalui metode pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga melibatkan wali murid agar dapat turut mendampingi proses belajar. Orang tua diajak hadir langsung untuk menyimak, menirukan bacaan, serta memahami cara membimbing anak agar kebiasaan mencintai Al-Qur’an dapat terus dilanjutkan di rumah.

Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan Al-Qur’an dan pembiasaan membaca, hafalan surat-surat pendek, pembacaan Iqra’, serta murojaah atau pengulangan hafalan bersama yang diikuti oleh anak dan orang tua secara bersamaan.

Ustadzah Ica memberikan bimbingan secara langsung dengan metode yang ramah anak dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Anak-anak terlihat antusias saat mengikuti hafalan doa harian, surat-surat pendek, serta saat mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an.

Melalui proses belajar yang dilakukan secara bertahap dan berulang, anak-anak mulai mampu mengenal bentuk Al-Qur’an, melafalkan bacaan dengan benar, serta menunjukkan rasa senang saat belajar mengaji. Hal ini menjadi indikator penting dalam tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Selain itu, keterlibatan orang tua juga memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran. Mereka tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga turut aktif membantu anak mengulang hafalan dan membangun suasana religius di lingkungan keluarga.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang saleh, salehah, dan berkarakter Qurani. Sinergi antara sekolah, ustadzah, dan orang tua menjadi kunci utama dalam keberhasilan program ini.

Kegiatan Menanamkan Cinta Al-Qur’an Sejak Dini di KB Anak Sholeh Aisyiyah berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari wali murid. Program ini tidak hanya memperkuat kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendidik anak secara islami.

Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember Gelar Pemberdayaan Perempuan melalui Sosialisasi Pembuatan Ikan Asin di Desa Batah Barat


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Uun Munawaroh (NIM 2510274012), melaksanakan kegiatan pemberdayaan perempuan bersama masyarakat pesisir Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pemanfaatan hasil laut nelayan menjadi olahan ikan asin yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sebagai wilayah pesisir, Desa Batah Barat memiliki hasil tangkapan ikan yang melimpah. Namun, tidak jarang hasil laut tersebut memiliki harga jual rendah ketika dijual secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan, tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin sebagai salah satu solusi peningkatan ekonomi keluarga.

Pengolahan ikan asin dipilih karena selain menjadi bagian dari identitas masyarakat pesisir, produk ini juga memiliki daya tahan lebih lama serta peluang pasar yang cukup luas. Dengan proses yang sederhana namun tepat, ikan asin dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diikuti oleh ibu-ibu warga Desa Batah Barat, wali murid, serta murid TK PGRI 1 Batah Barat. Mahasiswa KKN berperan sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari sosialisasi pemilihan jenis ikan yang tepat, proses pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga tahap pengemasan dan strategi penjualan ikan asin.

Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan. Para ibu rumah tangga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengolahan hasil laut yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Mahasiswa KKN menjelaskan bahwa melalui keterampilan sederhana ini, masyarakat dapat meningkatkan nilai jual ikan hasil tangkapan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun potensi desa.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat, khususnya ibu-ibu, wali murid, murid TK, hingga kepala desa setempat. Kepala desa menyambut baik program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Bahkan, kepala desa menyarankan agar program ini dapat dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan serta pemasaran ikan asin dapat berjalan lebih terstruktur dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Edukasi Cuci Tangan dan Gosok Gigi di TK Dharma Wanita Panggungrejo 01

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Ika Zuliana (NIM 2510274090), melaksanakan kegiatan edukasi cuci tangan dan gosok gigi bagi siswa TK Dharma Wanita Panggungrejo 01 sebagai upaya menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Kesehatan anak usia dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal. Pada usia taman kanak-kanak, anak berada pada fase belajar melalui kebiasaan dan peniruan. Oleh karena itu, pembiasaan menjaga kebersihan diri seperti mencuci tangan dan menggosok gigi perlu dikenalkan sejak dini agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Kurangnya kesadaran anak dalam menjaga kebersihan diri dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti gigi berlubang, sakit perut, hingga penyakit akibat kuman. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pemahaman sederhana namun penting tentang cara menjaga kesehatan diri dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri, mengajarkan cara menggosok gigi yang baik dan benar, serta langkah-langkah mencuci tangan pakai sabun secara tepat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membiasakan anak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan beberapa metode edukatif, seperti ceramah sederhana dengan bahasa yang mudah dipahami anak, demonstrasi langsung, praktik bersama, sesi tanya jawab, serta penggunaan media edukatif berupa gambar dan video agar pembelajaran lebih menarik.

Mahasiswa terlebih dahulu menjelaskan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari kamar mandi. Selanjutnya, anak-anak diajak mempraktikkan enam langkah cuci tangan pakai sabun dengan benar.

Selain itu, edukasi gosok gigi juga dilakukan dengan memperagakan cara menyikat gigi yang baik, mulai dari membersihkan bagian depan, belakang, hingga sela-sela gigi. Anak-anak kemudian mengikuti praktik secara langsung dengan penuh antusias.

Suasana kegiatan berlangsung menyenangkan dan interaktif. Anak-anak terlihat aktif menjawab pertanyaan, mengikuti arahan, serta bersemangat saat mempraktikkan cara mencuci tangan dan menggosok gigi. Pendekatan belajar sambil bermain membuat mereka lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, antara lain membantu anak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mencegah penyakit sejak dini seperti gigi berlubang dan infeksi, serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak kecil. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan peran guru dan orang tua dalam membimbing anak untuk terus menerapkan kebiasaan baik tersebut di rumah maupun di sekolah.

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kebersihan diri. Dengan pembiasaan yang dilakukan sejak dini, perilaku hidup bersih dan sehat dapat menjadi fondasi penting bagi masa depan anak yang lebih baik.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember, Nuryanti (NIM 2510274071), melaksanakan kegiatan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di TK Dharma Wanita Panggungrejo 02 sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenalkan perbedaan antara sampah organik dan anorganik, serta melatih siswa agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya.

Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, daun kering, dan kulit buah. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan non-alami atau hasil olahan manusia yang sulit terurai, seperti plastik, kaca, dan kaleng.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menggunakan metode edukatif dan interaktif agar materi mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan diawali dengan penyuluhan sederhana menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti. Selain itu, media visual seperti gambar dan warna berbeda pada tempat sampah juga digunakan untuk membantu anak mengenali jenis-jenis sampah.

Dua tempat sampah dengan warna berbeda disiapkan, misalnya warna hijau untuk sampah organik dan warna kuning untuk sampah anorganik. Anak-anak kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung cara memilah sampah sesuai contoh yang telah diberikan.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif untuk meningkatkan minat belajar dan partisipasi siswa. Melalui permainan tersebut, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif mengikuti setiap instruksi yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat bersemangat. Mereka mulai memahami perbedaan antara sampah organik dan anorganik serta mampu memilah sampah dengan baik. Pendekatan belajar sambil bermain terbukti efektif dalam menanamkan kebiasaan positif kepada anak usia dini.

Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kepedulian lingkungan sejak dini, membantu menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari, serta mengurangi jumlah sampah yang tercampur.

Mahasiswa KKN berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak dapat terus menerapkan kebiasaan memilah sampah tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah bersama keluarga. Dukungan dari guru dan orang tua sangat penting agar pembiasaan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sekolah juga diharapkan dapat menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah secara permanen agar siswa semakin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan. Dengan edukasi sejak dini, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap lingkungan dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi.

 

Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program “Dari Receh Jadi Berkah” di TK Muslimat NU 127

Kreativitas sederhana mampu membawa dampak besar. Hal inilah yang terlihat dalam kegiatan edukatif bertajuk “Dari Receh Jadi Berkah” yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember di TK Muslimat NU 127.

Program ini mengajak siswa untuk belajar menabung sejak dini melalui pemanfaatan botol bekas sebagai celengan, dengan dukungan penuh dari orang tua. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi karakter yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN membuat celengan dari botol plastik bekas yang kemudian dihias dengan warna-warna menarik agar lebih disukai anak-anak. Celengan tersebut dibagikan kepada seluruh siswa sebagai media pembelajaran menabung yang sederhana namun bermakna.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN sekaligus bertindak sebagai moderator dan menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengenalkan konsep menabung, tetapi juga membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak belajar bahwa uang receh yang sering dianggap sepele ternyata bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikumpulkan secara konsisten,” ujarnya.

Kolaborasi dengan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Para orang tua berperan aktif dalam mendampingi anak-anak di rumah dengan mengingatkan mereka untuk rutin menabung. Selain itu, komunikasi antara guru dan wali murid terus dijalin untuk memantau perkembangan kebiasaan menabung anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menyimpan uang, tetapi juga memahami nilai kesabaran, tanggung jawab, dan pentingnya kebiasaan hidup hemat. Penggunaan botol bekas sebagai celengan juga menjadi bentuk edukasi sederhana tentang pemanfaatan barang bekas dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam jangka panjang, hasil tabungan anak-anak direncanakan akan digunakan untuk kegiatan sosial sederhana, seperti berbagi kepada teman yang membutuhkan atau kegiatan amal lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial sejak dini.

Program “Dari Receh Jadi Berkah” menjadi bukti bahwa pembelajaran bermakna dapat dimulai dari hal-hal kecil di sekitar anak. Dengan melibatkan peran aktif keluarga dan sekolah, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua, guru, dan anak.

Melalui program ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang mandiri, peduli, dan memiliki kebiasaan baik untuk masa depan yang lebih cerah.

 


Mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember Gelar Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan program bertajuk “Menanam Kasih Sayang, Menuai Kebersamaan: Program Penghijauan dan Edukasi Lingkungan di TK Insan Permata” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Program ini diprakarsai oleh Sukarno, mahasiswa PG PAUD dengan NIM 2510274120, dan melibatkan guru, wali murid, serta seluruh siswa TK Insan Permata. Kegiatan ini bertujuan untuk memperindah lingkungan sekolah, mengenalkan pentingnya menjaga alam sejak dini, serta membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, pihak sekolah, dan orang tua.

Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri dinilai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan proses belajar mengajar, khususnya bagi anak-anak usia dini. Oleh karena itu, mahasiswa KKN menghadirkan program penghijauan yang tidak hanya berfokus pada penanaman tanaman, tetapi juga edukasi lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas menjadi media tanam yang kreatif dan bermanfaat.

Kegiatan diawali dengan tahap persiapan berupa survei lokasi, diskusi dengan pihak sekolah, serta pengumpulan alat dan bahan seperti botol bekas, tanah, bibit tanaman, cat, dan perlengkapan pendukung lainnya. Botol bekas air mineral kemudian diolah menjadi pot tanaman yang dicat dan dihias agar menarik bagi anak-anak.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian media tanam berupa tanah subur ke dalam pot yang telah dibuat. Anak-anak bersama guru dan mahasiswa kemudian melakukan proses penanaman bibit tanaman secara langsung. Mereka juga diajak untuk melakukan penyiraman sebagai tahap awal perawatan tanaman.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Anak-anak belajar bahwa tanaman membutuhkan tanah, air, dan sinar matahari untuk tumbuh, sekaligus melatih motorik halus dan kepekaan sensorik mereka melalui aktivitas langsung.

Selain manfaat edukatif, kegiatan ini juga menghasilkan dampak fisik berupa puluhan pot bunga dari bahan daur ulang yang ditempatkan di area sekolah. Tanaman hias tersebut mempercantik tampilan sekolah, membuat suasana lebih sejuk, serta menjadi simbol nyata pengurangan sampah plastik melalui pemanfaatan ulang barang bekas.

Suasana kebersamaan sangat terasa saat kegiatan penutupan berlangsung. Mahasiswa, guru, wali murid, dan anak-anak berkumpul bersama untuk melihat hasil akhir kegiatan sekaligus melakukan dokumentasi bersama. Momen ini menjadi bukti bahwa program penghijauan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih baik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar seluruh elemen sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN RPL Universitas Muhammadiyah Jember berharap budaya peduli lingkungan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari di TK Insan Permata. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sekolah yang lebih hijau, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Mahasiswa KKN Kenalkan Baju Adat kepada Anak TK PKK Sumber III

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan kegiatan edukatif bertajuk “Mengenal Baju Adat di TK PKK Sumber III” pada Selasa (21/4/2026) di TK PKK Sumber III, Desa Curahdringu, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini melalui pengenalan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara. Program ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran budaya yang menyenangkan sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air kepada peserta didik.

Baju adat merupakan pakaian tradisional yang mencerminkan budaya dan identitas suatu daerah. Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, seperti pakaian adat dari Jawa, Bali, Sumatera, hingga Papua. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mengenal berbagai jenis pakaian adat beserta keunikan yang dimilikinya.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diperkenalkan dengan pakaian adat seperti kebaya sederhana untuk perempuan dan beskap untuk laki-laki dari Jawa, serta pakaian adat Bali lengkap dengan selendang dan udeng. Pakaian adat yang dikenalkan dibuat lebih sederhana, nyaman, dan berwarna cerah agar sesuai dengan karakter anak-anak yang aktif dan ceria.

Selain pengenalan pakaian adat, kegiatan juga diisi dengan penampilan anak-anak menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini sebagai bentuk peringatan Hari Kartini sekaligus menambah semangat nasionalisme. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan dan percaya diri saat tampil di depan teman-temannya.

Mahasiswa KKN menyampaikan bahwa penggunaan baju adat di lingkungan TK memiliki manfaat edukatif yang besar. Anak-anak tidak hanya belajar tentang keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga diajarkan untuk menghargai perbedaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa, serta meningkatkan keberanian tampil di depan umum.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini. Anak-anak dapat belajar bahwa Indonesia memiliki banyak budaya yang indah dan harus dijaga bersama,” ujar mahasiswa KKN.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya bangsa dan memiliki rasa bangga terhadap identitas nasionalnya.

 

TELKOTEL Ikan Tenggiri, Inovasi Camilan Khas Desa Bandaran

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menghadirkan inovasi olahan hasil laut berupa TELKOTEL Ikan Tenggiri bersama masyarakat Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (1/5/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu rumah tangga serta anak-anak dalam suasana kolaboratif dan edukatif. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah potensi lokal, khususnya ikan tenggiri yang melimpah di wilayah pesisir Desa Bandaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung mulai dari proses persiapan bahan, pengolahan adonan, hingga teknik penyajian dan pengemasan produk. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dalam pengolahan makanan serta peluang pemasaran produk rumahan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sejalan dengan program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik pembuatan makanan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mahasiswa KKN berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa hasil laut lokal dapat diolah menjadi produk inovatif yang berpotensi menjadi usaha rumahan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa inovasi TELKOTEL ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Bandaran. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan hasil laut sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut dan terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan. Ibu-ibu rumah tangga aktif berpartisipasi dalam proses pengolahan, sementara anak-anak juga ikut belajar mengenal potensi hasil laut daerah mereka.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan TELKOTEL Ikan Tenggiri dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jember kembali menunjukkan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya hadir memberikan edukasi, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengembangan potensi lokal masyarakat.

Connect